Sukses

Stretch Mark Dan Payudara Lembek Saat Hamil, Apakah Normal?

25 Apr 2017, 04:55 WIB
Wanita, 19 tahun.

Assalamualaikum , Dokter aku mau nanya , aku sekarang hamil anak pertama uk ku sekrang sudah 38w ,awal" kehamilan PDku membesar ,tapi di akhir trimester ini gara" strechmark di PD , PD aku jdi lembek dan gk kencang ,apakah itu normal dok ?

Terima kasih telah mengguunakan fitur Tanya Dokter untuk bertanya tentang perubahan payudara selama kehamilan.

Payudara merupakan salah satu organ tubuh yang mengalami banyak perubahan selama masa kehamilan.

Payudara memang disiapkan untuk menyusui bayi ketika sudah dilahirkan. Payudara pada wanita yang belum pernah melahirkan akan dipenuhi oleh lobulus berukuran kecil dan sedang (berisi 35 asinus). Lobulus adalah kantung kecil yang memproduksi susu dan terdiri dari beberapa asinus.

Perubahan hormonal selama masa kehamilan dan menyusui disebabkan hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin sejak pertengahan trimester awal kehamilan. Pada trimester ketiga kehamilan akhir, akan diproduksi air susu bentuk awal yang disebut dengan kolostrum.

Berikut adalah beberapa kelainan yang dapat terjadi pada payudara saat hamil dan menyusui:

  • Gestational and Secretory Hyperplasia
    Pada kondisi hamil dan menyusui dapat ditemukan pengapuran kecil pada lobulus dan asinus payudara. Hal ini bukan merupakan suatu kelainan yang serius.
  • Keluar Darah dari Payudara
    Hal ini tidak umum, namun bisa terjadi akibat peningkatan aliran darah pada epitel payudara yang terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Keluhan ini biasanya akan berhenti apabila mulai menyusui bayi, namun ada pula wanita yang mengalami keluhan sepanjang masa menyusui.
  • Galaktokel
    Galaktokel merupakan kelainan jinak yang kebanyakan terdeteksi setelah beberapa minggu atau beberapa bulan berhenti menyusui. Selain itu, dapat juga terjadi pada saat menyusui dan trimester ketiga kehamilan. Umumnya gejala yang paling dikeluhkan adalah adanya benjolan pada payudara yang tidak nyeri.
  • Mastitis
    Mastitis merupakan infeksi pada payudara. Umumnya hal ini tidak terjadi pada masa kehamilan, lebih sering ditemukan saat menyusui. Infeksi dapat terjadi akibat bakteri masuk melalui epitel puting susu yang rusak selama menyusui. Gejalanya adalah payudara memerah, terasa nyeri, dan membengkak. Apabila tidak ditangani keluhan ini dapat berkembang menjadi kantung nanah di dalam payudara.
  • Tumor Jinak dan Tumor Ganas
    Apabila benjolan pada payudara memiliki karakteristik seperti benjolan teraba keras, sulit digerakkan, kulit payudara menjadi keriput, keluar cairan selain air susu dari puting, puting tertarik ke dalam, maka harus dicurigai terjadinya keganasan. Segeralah periksakan ke dokter mengenai keluhan ini.

Pembesaran payudara (dan juga rahim) akan menyebabkan regangan pada kulit.

Sekitar 90% wanita ang pernah hamil akan mengalami stretch mark. Stretch mark terjadi karena peregangan kulit yang berlebihan dalam waktu singkat seperti pada kehamilan, pada peningkatan atau penurunan berat badan yang terlalu cepat, atau akibat pemakainan obat steroid pada penderita asma sehingga kulit kehilangan elastisitasnya. Munculnya stretch mark dipengaruhi oleh genetik atau keturunan.

Munculnya stretch mark biasanya diawali dengan garis kemarahan atau keunguan. Biasanya setelah 6 bulan paska melahirkan stretch mark akan menipis dan berubah warna menjadi warna putih atau bahkan akan terlihat hilang , kecuali pada stretch mark yang berat.

Pada bagian yang menjadi stretch mark, kulit kehilangan daya elastisnya, sehingga tidak dapat menopang beban, akibatnya organ di baliknya tampak lembek.

Secara prinsip, stretch mark tidaklah membahayakan kondisi kesehatan. Apabila Anda merasakan keluhan, dapat berkonsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis kulit. Jangan lupa sampaikan kondisi Anda, apakah sedang hamil atau menyusui agar dapat diberikan pengobatan yang sesuai.

Demikian informasi mengenai perubahan payudara selama kehamilan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar