Sukses

Pengobatan Miom

23 Apr 2017, 16:52 WIB
Wanita, 40 tahun.

Saya memiliki miom dgn ukuran kira2 10.5 cm. Sebenarnya saya tidak ada keluhan sakit. Tapi saya sudah konsultasi ke bbrp dokter disarankan untuk diangkat melalui operasi yang kemungkinan harus jg histerektomi. Saya memutuskan untuk operasi sblm bertambah besar dan mumpung masih belum menimbulkan gangguan kesehatan. Tapi saya baru baca2 dampak histerektomi seperti penuaan dini, menopause dll. Saya jadi ragu padahal operasinya 2 minggu lagi. Mohon sarannya dok, apakah keputusan saya benar untuk operasi? Terima kasih sebelumnya.

Terima kasih atas pertanyaan Anda terkait pengobatan miom melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Mioma uteri atau juga dikenal dengan leiomioma uteri atau fibroid adalah tumor jinak rahim yang paling sering didapatkan pada wanita. Leiomioma berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus berasal dari otot polos pembuluh darah rahim.

Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin. Leiomioma yang tidak bergejala terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1). Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

Tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan.

Terapi medikamentosa untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

 

Bila memang miom cenderung besar atau bertambah besar, terapi yang umumnya ditempuh adalah operasi. Jangan khawatir, seorang dokter akan memberikan saran terbaik dengan segala pertimbangan negatif- positifnya, begitu pula dengan dokter Anda. Bila Anda masih belum yakin, Anda dapat mendiskusikan langsung dengan dokter yang menangani Anda.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan terkait pengobatan miom. Semoga membantu.

0 Komentar

Belum ada komentar