Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Penyebab Penis Bengkok

23 Apr 2017, 09:33 WIB
Pria, 19 tahun.

Permisi dok , bentuk penis yg bengkok mempengaruhi reproduksi atau kemandulan ? Keseringan onami apakah dapat membuat kualitas buruk sperma? Terimakasih

Terima kasih telah bertanya tentang bentuk penis menggunakan layanan tanya dokter dari Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sebelum melanjutkan kami perlu mengetahui beberapa hal: Sejak kapan Bapak mengalami hal ini? Apakah sebelumnya pernah mengalami luka di daerah tersebut? Pernahkah Anda merasa nyeri berkepanjangan saat ataupun setelah orgasme?

Penyebab paling sering dari keluhan yang Anda utarakan adalah Peyronie's Disease, yaitu sebuah keadaan terbentuknya lapisan jaringan fibrosa parut (plak) yang keras di bawah kulit pada bagian atas atau bawah penis. Ketika penis mengalami ereksi, jaringan parut tersebut menarik bagian penis tersebut sehingga terbentuk penis yang bengkok. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat ereksi. Pada pemeriksaan fisik dapat dirasakan adanya plak yang keras di bawah kulit sisi yang bengkok. Penyebab tersering keadaan ini adalah trauma pada penis,. Beberapa obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan keadaan ini. Namun, banyak juga yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor risiko keadaan ini adalah genetik (keturunan) atau keadaan lain yang serupa (jaringan yang mengeras sehingga menyebabkan bengkok) pada tangan atau kaki (kontraktur Dupuytren). Penyebab lain dapat berupa striktur pada uretra (riwayat trauma saluran kemih) atau hipospadia.

Umumnya, keadaan ini dapat membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, tergantung penyebabnya dapat dilakukan tatalaksana dengan obat maupun dengan operasi. Biasanya dokter akan mengamati dulu perkembangan keadaan ini selama beberapa bulan sebelum memutuskan apakah akan diberikan pengobatan ataupun dilakukan operasi, karena beberapa tindakan (operasi maupun bukan operasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi.

Kami sarankan agar Bapak berkonsultasi ke dokter spesialis urologi. Dokter tersebut dapat melakukan pemeriksaan secara lengkap, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan tambahan jika diperlukan. Pemeriksaan tambahan dapat berupa ultrasonografi penis untuk melihat struktur jaringan penis. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Anda dapat memperoleh penanganan yang optimal dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar