Sukses

Haid Tidak teratur setelah KB Suntik

18 Apr 2017, 14:17 WIB
Wanita, 28 tahun.

Dok, mau tanya, sebelum saya ikut kb suntik 3 bln mens saya normal, tapi setelah saya ikut kb 3 bln sampe sekarang durasi mens saya tdk teratur padahal sudah 4 tahun ini saya copot kb suntik 3 bln, mohon penjelasanya

Terima kasih telah bertanya seputar haid dan kb suntik menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Terkait dengan keluhan yang Anda alami, kami ingin menjelaskan sedikit mengenai siklus menstruasi/haid secara umum. Siklus haid umumnya dihitung dari hari pertama haid sampai hari pertama haid berikutnya. Normalnya, siklus haid seorang wanita berlangsung setiap 21-35 hari, dengan durasi selama 3-7 hari dan jumlah perdarahan yang keluar berkisar antara 20-60 ml/hari.

Jika siklus haid terjadi diluar batas-batas normal yang telah disebutkan di atas secara berulang, berarti telah terjadi gangguan dalam proses menstruasi dan perlu dievaluasi lebih lanjut. Banyak hal yang dapat menyebabkan siklus haid menjadi terlambat, antara lain:

Kehamilan
Stress dan depresi
Nutrisi yang kurang
Penurunan berat badan berlebihan
Olahraga berlebihan
Obesitas
Gangguan hipotalamus dan hipofisis sehingga terjadi ketidak seimbangan hormon dalam tubuh
Gangguan indung telur
Penggunaan obat-obatan, seperti obat antidepresi, kortikosteroid, kontrasepsi hormonal, dll
Penyakit kronik dan Sindrom Asherman

Pemilihan KB tidak dapat disamaratakan karena tergantung karakter dan keperluan masing-masing orang. KB suntik 1 bulan, suntik 3 bulan maupun KB pil merupakan KB hormonal. Salah satu efek samping dari KB hormonal adalah menstruasi yang tidak teratur, mulai dari perdarahan bercak atau flek hingga perdarahan yang berkepanjangan, bahkan 70% pengguna KB suntik tidak mengalami siklus mens. Setiap individu memiliki efek respon yang berbeda-beda dalam penerimaan hormon ini. Selain itu efek samping lain KB hormonal yang dapat dikeluhkan adalah berat badan naik, tekanan darah tinggi, osteoporosis.

Bila Anda tidak nyaman dengan penggunaan KB yang saat ini digunakan maka Anda dapat mengganti metode kontrasepsinya. Pergantian kontrasepsi tentu saja dapat dilakukan jika memang diperlukan, misalnya karena efek samping yang kurang dapat diatasi. Hal ini sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar