Sukses

Solusi Gangguan Menelan

16 Apr 2017, 19:47 WIB
Pria, 23 tahun.

Dok, makanan dn minuman yg dikonsumsi kakek sy selalu keluar saat sendawa, kata dokter di rumah sakit kakek saya memiliki gangguan pada lambung ditambah gangguan pd paru paru kira kira gmn cara mengatasinya? Dn apa penyebabnya? Terimakasih dok

Terima kasih karena Anda telah bertanya tentang gangguan menelan menggunakan fitur tanya dokter dari Klikdokter

Disfagia atau gangguan menelan adalah suatu kondisi saat Anda membutuhkan waktu dan usaha lebih untuk menggerakkan makanan atau cairan dari mulut menuju lambung. Disfagia juga sering dihubungkan dengan nyeri menelan. Bahkan, pada beberapa kasus penderita tidak dapat menelan sama sekali.
Gangguan menelan ini hanya terjadi sesekali. Misalnya saat Anda makan terlalu cepat atau tidak mengunyah makanan dengan baik. Biasanya tidak memerlukan perhatian khusus. Namun, gangguan menelan yang menetap mungkin merupakan gejala adanya kondisi medis yang serius dan membutuhkan terapi.
Penyakit ini dapat terjadi pada usia berapapun, tetapi paling sering dialami oleh orang tua.

Diagnosis
Untuk mendiagnosis disfagia, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda rasakan. Dokter juga akan memeriksa indeks massa tubuh untuk melihat apakah Anda kekurangan nutrisi akibat sulit menelan.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan refleks, kekuatan otot, dan cara bicara pasien. Jika semua sudah dilakukan, Anda akan dirujuk kepada dokter spesialis yang lebih spesifik untuk menangani penyakit.
Kadang juga diperlukan beberapa tes, yakni dengan cara rontgen dada, barium X-ray, fluoroskopi, laringoskopi, esofagoskopi, dan manometri.

Gejala
Berikut ini beberapa gejala yang bisa ditimbulkan dari disfagia:

Nyeri saat menelan
Tidak mampu untuk menelan
Makanan terasa tersangkut di dalam tenggorokan atau di belakang pertengahan tulang dada
Terdapat air liur yang mengalir keluar
Suara serak
Mengalami sensasi hangat dan terbakar yang tidak nyaman di dada (heartburn)
Makanan atau asam lambung mengalir kembali ke tenggorokan
Penurunan berat badan yang tidak diharapkan
Batuk-batuk atau tersedak saat menelan
Memotong makanan menjadi kecil-kecil atau menghindari makanan tertentu karena kesulitan menelan
Jika berlarut-larut, disfagia dapat menimbulkan beberapa komplikasi. Komplikasi dalam jangka waktu lama meliputi malnutrisi, penurunan berat badan, dehidrasi, dan gangguan pernapasan.
Pengobatan
Umumnya disfagia dapat membaik dengan sendirinya tanpa terapi. Bila gejala-gejala masih ringan, dokter dapat menunjukkan bagaimana cara melakukan latihan untuk memperkuat otot-otot di dalam tenggorokan. Dokter juga dapat menerangkan teknik menelan, yang dapat menolong Anda untuk dapat menelan makanan tanpa tersedak.
Namun, jika masalah gangguan menelan tersebut menetap, maka dapat menyebabkan malnutrisi dan dehidrasi terutama pada orang yang sangat muda ataupun lansia. Mereka juga dapat menderita infeksi saluran napas yang berulang dan pneumonia aspirasi. Semua komplikasi tersebut bersifat serius dan mengancam nyawa sehingga perlu dilakukan terapi secepat mungkin.
Apabila gangguan menelan itu disebabkan oleh keketatan tenggorokan, dapat dilakukan dilatasi esofagus untuk memperlebarnya. Prosedur ini menggunakan sebuah balon kecil yang dimasukkan ke dalam tenggorokan. Balon tersebut akan memperlebar kondisi tenggorokan sehingga lebih mudah untuk digunakan menelan. Pada akhirnya balon akan dikeluarkan kembali.
Jika terdapat pertumbuhan jaringan yang tidak normal di dalam tenggorokan, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengambil jaringan yang tumbuh tersebut. Pembedahan juga dapat digunakan untuk mengangkat jaringan parut.
Bila terdapat tukak atau aliran asam lambung ke atas, Anda akan diberikan obat untuk mengatasinya. Pada kasus yang lebih berat, Anda mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit dan diberikan makanan melalui selang atau pipa makanan.
Pencegahan
Meskipun disfagia tidak dapat dicegah, Anda tetap dapat mengurangi risikonya. Caranya adalah dengan makan perlahan-lahan dan mengunyah makanan dengan baik.
Jika gangguan ini terjadi di rumah, hal-hal yang dapat Anda lakukan sebagai penanganan awal adalah:

Mengubah cara makan. Cobalah makan dalam porsi kecil tetapi sering. Potong makanan menjadi kecil-kecil dan makan dengan lebih perlahan.
Mencoba makanan dengan berbagai tekstur. Hal ini untuk melihat makanan apa yang menyebabkan kesulitan menelan. Pada sebagian orang, minuman seperti kopi dan jus dapat menjadi masalah. Makanan kental atau lengket seperti krim kacang atau karamel juga dapat sulit ditelan.
Hindari alkohol, rokok, dan kafein. Ketiga hal ini dapat memperparah heartburn.
Jika gangguan menelan terjadi menahun maka Anda harus langsung berkonsultasi kepada dokter. Selain itu, deteksi dini dan penanganan segera dapat mengurangi risiko terjadinya disfagia yang berhubungan dengan penyempitan tenggorokan.

Semoga informasi ini membantu.

    0 Komentar

    Belum ada komentar