Sukses

Solusi Sariawan Vagina

15 Apr 2017, 08:49 WIB
Pria, 25 tahun.

Teman saya mengalami seperti sariawan divagina,jika iya buang air kecil perih, dan mengalami keputihan dan bau kurang enak.. bagaimana cara menanganinya dan tindakan apa yang harus saya lakukan. Terima kasih

Terima kasih telah bertanya tentang Sariawan Vagina menggunakan fitur tanya dokter dari KlikDokter.

Selain keluhan sariawan apakah Anda memilki keluhan keputihan? apakah Anda sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual?

Sariawan di bibir vagina paling sering disebabkan Infeksi Menular Seksual (IMS). Apabila anda memiliki faktor risiko berganti-ganti pasangan seksual maka kemungkinan besar disebabkan oleh IMS. Selain itu IMS dapat ditularkan oleh pasangan yang menghidap IMS juga. Infeksi yang terjadi dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, jamur.

Salah satu penyakit menular seksual yang menimbulkan gejala sariawan di vagina adalah herpes kelamin. Herpes kelamin disebut juga Virus herpes simpleks yang memiliki masa inkubasi 3-5 hari, setelah itu pada daerah kemaluan akan timbul gerombolan vesikel, di atas kulit kemerahan dan dirasakan nyeri, bila pecah meninggalkan bekas. Sering disertai pembesaran kelenjar yang nyeri. Penyakit sembuh dalam 2-3 minggu. Penyakit ini tidak mengancam nyawa pada orang dewasa namun sering kumat, timbul pada tempat yang sama dan biasanya lebih ringan dari gejala infeksi pertama.

Infeksi virus herpes simpleks (HSV) tipe II adalah infeksi virus yang umumnya dapat terlihat pada kemaluan seseorang, dan ditularkan melalui hubungan intim atau seksual. Setelah infeksi primer, HSV akan menjadi laten (menetap) di sel saraf dan apabila kondisi Anda sedang drop atau kekebalan tubuh menurun, maka HSV dapat kambuh kembali. Dan hingga saat ini belum ada terapi yang dapat memberikan kesembuhan total terhadap infeksi virus herpes simpleks. Akan tetapi pemberian obat antivirus tertentu (seperti asiklovir, valasiklovir, famsiklovir) dapat membantu memendekkan durasi penyakit dan memperpanjang interval kekambuhan.

Yang terpenting adalah menjaga kekebalan tubuh dengan asupan nutrisi cukup, istirahat cukup, dan berolahraga secara teratur. Mengingat virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual, maka sebaiknya pasangan Anda juga menjalani pemeriksaan yang sama, karena keduanya harus diobati jika terbukti positif menderita HSV. Jika infeksi virus sudah tidak aktif tidak akan menukar ke orang lain, akan tetapi kami sarankan agar Anda setia melakukan hubungan seksual pada satu pasangan, menggunakan kondom lateks secara konsisten dan benar ketika berhubungan untuk mengurangi risiko penularan herpes, jika gejala herpes muncul kembali segera hentikan aktifitas seksual.

Segera konsultasikan hal ini kepada dokter spesialis kulit dan kelamin karena penyakit kelamin akan lebih mudah diketahui penyebabnya apabila dilihat secara langsung. Terapi akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar