Sukses

Sindroma Klinefelter
14 Apr 2017, 00:32 WIB
Pria, 22 tahun.

Dok saya mau tanya, saya ini kan klinefelter syndrome,, setiap saya ngumpul sama teman/kluarga saat makan di luar tiba" saya bsa keringat dingin,jantung berdetak laju,mual, keringat dingin dll pas melihat makanan,, itu krena apa ya dok? Dan bagaimana cara mengatasi nya dok? Makasih

Terima kasih telah bertanya seputar sindroma klinefelter menggunakan fitur Tanya Dokter

Sindrom Klinefelter adalah kelainan genetik pada laki-laki yang diakibatkan oleh kelebihan kromosom X. Laki-laki normal memiliki kromosom seks berupa XY, namun penderita sindrom klinefelter umumnya memiliki kromosom seks XXY. Penderita sindrom klinefelter dapat mengalami gangguan kesuburan, gangguan belajar/menangkap pelajaran, dan gangguan perkembangan ciri-ciri fisik yang diantaranya berupa ginekomastia (perbesaran kelenjar susu dan berefek pada perbesaran payudara)

Sindrom Klinefelter, juga dikenal sebagai kondisi XXY, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan laki-laki yang memiliki kromosom X tambahan di sebagian besar sel mereka. Pria lazimnya memiliki kromosom XY, namun pengidap Klinefelter memiliki pola XXY.

Tidak semua laki-laki dengan kondisi memiliki gejala yang sama atau tingkat yang sama. Gejala tergantung pada seberapa banyak sel XXY yang laki-laki miliki, berapa banyak testosteron di tubuhnya, dan usia ketika kondisi didiagnosa. Gejala umum antara lain,  dada melebar, masalah seksual, penis kecil dan proporsi tubuh yang tidak sesuai. 

Dengan terapi suntikan testosteron keluhan yang dialami dapat berkurang.

Untuk mengetahui penyebab keluhan Anda dibutuhkan pemeriksaan langsung. Apakah keluhan hanya dirasakan ketika melihat makanan? Apakah keluhan juga dirasakan di lain waktu? Apakah Anda memiliki riwayat mag? Apakah sedang banyak pikiran? Apakah Anda merasakan cemas terhadap suatu hal?

Gangguan cemas ataupun fobia dapat menimbulkan keluhan seperti berdebar, mual dan keringat dingin ketika melihat sesuatu atau berada di keramaian. Sebuah kondisi yang disebut fobia dapat menimbulkan keluhan seperti yang Anda utarakan, namun untuk mendiagnosisnya harus menyingkirkan penyebab organik terlebih dahulu seperti mag, gangguan tiroid, anemia atau gangguan jantung maupun komplikasi dari sindroma klinefelter sendiri.

Fobia merupakan salah satu jenis gangguan anxietas (cemas). Fobia merupakan perasaaan takut yang berlebihan dan tidak beralasan / irasional terhadap sesuatu atau kondisi tertentu yang memicu rasa cemas dan usaha untuk menghindari. Bedanya dengan rasa takut, fobia biasanya muncul sekali pun sumber ketakutan tidak berada di hadapannya dan dapat menetap sampai bertahun-tahun. Fobia biasanya muncul saat usia anak-anak atau remaja dan berlanjut sampai usia dewasa.

Apa saja gejalanya?

· Perasaan cemas, takut, atau panik yang tidak terkontrol saat terpapar dengan sumber ketakutan

· Melakukan berbagai cara untuk dapat menghindari sumber ketakutan

· Reaksi fisikal dan psikologikal, berupa berkeringat, denyut jantung meningkat / berdebar-debar, sesak napas, mual, badan bergetar, dan perasaan panic atau cemas yang menetap.

Tidak semua fobia membutuhkan terapi. Namun jika fobia sampai mempengaruhi aktivitas sehari-sehari, ada beberapa terapi yang dapat membantu Anda menghadapi rasa takut tersebut. Beberapa fobia dapat diterapi dengan diberikan paparan secara bertahap terhadap sumber ketakutan untuk menimbulkan desentisisasi. Penanganan fobia membutuhkan kesabaran dan waktu yang cukup lama, meliputi konseling, psikoterapi, dan cognitive behavioural therapy (CBT). Obat-obat biasanya diberikan pada fobia berat yang menimbulkan gangguan cemas.

Namun hal tersebut barulah perkiraan. Oleh sebab itu, kami sarankan Anda memeriksakan kondisi Anda secara langsung ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Demikian informasi seputar sindroma klinefelter. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar