Sukses

Rasa Sesak di Ulu Hati, Berbahayakah?

06 Apr 2017, 15:49 WIB
Pria, 27 tahun.

dok,,,kenapa setelah saya makan makanan yg berlemak dada saya selalu sesak seperti ada yg mengganjal,,tepatnya di area ulu hati,,,tapi tidak ada nyeri ataupun mual,,,tolong pencerahannya yaa??

Terima kasih telah mengajukan pertanyaan mengenai Sesak di ulu hati setelah makan berlemak melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah yang Ada makan adalah makanan yang pedas?

Keluhan nyeri ulu hati dapat disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab tersering adalah karena penyakit lambung, dimana asam lambung meningkat bisa menyebabkan keluhan nyeri perut ulu hati dan sensasi sesak nafas. Penyakit maag adalah gangguan pada lambung dimana terjadi peningkatan asam lambung. Maag itu sebenarnya dapat disebabkan oleh banyak hal seperti infeksi kuman H.Pylori, stres, sering terlambat makan dsb. Penyebab-penyebab itu dapat menyebabkan ulkus (luka pada lambung) yang dapat menyebabkan gangguan pada dinding lambung yang lama.

Berikut adalah saran yang dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari apabila benar Anda memiliki gangguan pada lambung:

Hindari rokok dan asap rokok
Hindari stress
Olahraga selama 30 menit dengan frekuensi minimal 3 kali seminggu
Tidur cukup dengan durasi minimal 8 jam per hari
Makan sedikit tapi sering. Frekuensi makan dapat ditingkatkan hingga 6 kali sehari, dengan pembagian 3 kali makan besar, 3 kali makan kecil (snack)
Jangan konsumsi apapun dalam durasi 4 jam sebelum tidur
Jangan berbaring setelah makan
Hindari alkohol, kopi, cokelat, tomat, bawang, makanan berlemak, atau pedas
Jangan kenakan pakaian ketat, terutama yang menekan bagian perut
Hindari konsumsi obat-obatan golongan nitrat, antikolinergik, antidepresantrisiklik dan NSAID tanpa petunjuk Dokter.

Selain rasa tidak nyaman di ulu hati, peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung seperti rasa terbakar atau tertindih di dada, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD
Berhenti merokok
Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 3-4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.
Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak, asam atau pedas.
Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.
Meninggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.
Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:
nitrat
anti-kolinergik
antidepresan tricyclic
NSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb)
kalium garam dan bosphosphonates seperti alendronate
Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi.

Namun karena kurangnya data dan keterbatasan kami untuk melakukan pemeriksaan fisik, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk memastikan penyebab timbulnya keluhan Anda serta mendapat penanganan yang optimal. Karena untuk menegakkan suatu diagnosa diperlukan pemeriksaan langsung yang menyeluruh dari wawancara medis yang mendetail, pemeriksaan fisik lansung dan juga pemeriksaan penunjang yang mungkin diperlukan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai sesak di ulu hati setelah makan berlemak. Semoga bermanfaat. Salam sehat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar