Sukses

Cairan Hijau dari Vagina

06 Apr 2017, 06:43 WIB
Wanita, 15 tahun.

dok saya sering masturbasi dgn cara merapatkan paha, setelah itu cairannya langsung saya bersihkan semua. tapi setelah 1 jam terkadang ada cairan hijau yang keluar, apa kah itu sisa cairan orgasme? terimakasih

Terimakasih telah bertanya seputar cairan hijau dari vagina melalui fitur Tanya Dokter.

Cairan vagina yang keluar saat orgasme normalnya berwarna bening dan tidak lengket. Sedangkan cairan hijau yang keluar dari vagina kemungkinan merupakan tanda dari keputihan.

Keputihan adalah salah satu mekanisme "pembersihan" dalam sistem reproduksi wanita. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim ini membawa keluar sel-sel mati dan bakteri sehingga vagina tetap bersih dan bebas infeksi.

Seringkali, keputihan merupakan hal yang normal. Keputihan yang normal berwarna bening hingga putih keruh dan/atau kekuningan jika menempel pada pakaian dalam, tidak berbau dan tidak menimbulkan keluhan seperti gatal atau rasa tidak nyaman.

Perubahan pada keputihan yang normal ini dapat disebabkan oleh siklus menstruasi, stres psikologis/emosional, status gizi, kehamilan, dan penggunaan obat-obatan (termasuk pil KB).

Bila terdapat perubahan pada warna dan jumlah cairan keputihan, mungkin itu merupakan tanda infeksi jamur/bakteri/parasit di dalam vagina. Gejalanya ialah:

  • Keputihan disertai gatal-gatal, kemerahan, rasa perih/nyeri
  • Volume keputihan banyak dan makin bertambah jumlahnya
  • Rasa terbakar/panas/perih saat BAK
  • Keputihan berwarna putih susu dan sangat kental
  • Warna cairan keabu-abuan/kuning kehijauan dengan bau yang menyengat (asam atau amis)

Jika keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam, yang bukan tidak mungkin menyebabkan terjadinya gangguan kesuburan.

Berikut adalah tambahan gaya hidup yang baik untuk mencegah timbulnya keputihan abnormal:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.
  • Bila penyebab keputihan adalah bakteri, maka obat yang tepat adalah antibiotik. Namun jenis antibiotik yang digunakan akan sangat tergantung jenis infeksi yang berlangsung.

Demikian informasi yang kami sampaikan seputar cairan hijau di vagina. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam,
Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar