Sukses

Bayi Susah BAB

05 Apr 2017, 18:33 WIB
Pria, 32 tahun.

Bayi saya perempuan umurnya 2 bulan 21 hari,selama 2 bulan minum Asi..umur 2 bulan minum sufor danstart tapi bab nya 2 sampai 3 hari dan kalau bab ngeden,mukanya merah dan menangis,anusnya jg merah..kata teman ganti dulu dengan sufor Sgm dan saya ganti Bab nya jadi tiap hari tapi bayi saya sepertinya kurang suka dengan rasanya karena minumnya sedikit..setelah 2 minggu minum sufor Sgm saya ganti dg morinaga bmt karena rekom dari teman..tapi sudah 3 hari ini bayi saya belum bab juga,padahal bayi saya sepertinya suka dg morinaga bmt karena minumnya selalu habis tp saya jd khawatir takut pas bab nangis lg..saya mau tanya bagaimana solusinya ya dok dan kenapa bayi saya bisa bab nya seperti itu,oh iya bayi saya masih minum Asi jg..terima kasih

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah bertanya tentang bayi susah BAB melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran Anda. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB. Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB.

Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari. Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat. Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar. Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda ke dokter spesialis anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang bayi susah BAB. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar