Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Keperawanan dan Sakit saat Berhubungan Seks

05 Apr 2017, 11:53 WIB
Wanita, 23 tahun.

dok mau tanya... saya baru menikah dengan suami saya 5 bulan yg lalu, tp ketika mlm pertama tidak keluar darah tp yg saya rasakan sakit yang sangat luar biasa ketika dimasukan,itu knp yaa dok.? saya takut suami saya mikir yang aneh"... terus hingga sekarang setiap melakukan hubungan terkadang miss v saya terasa sakit, malah kadang sudang terlihat bengkak tp setelah beberapa jam kembali seperti semula lg... itu knp yaa dok.?

Terima kasih telah bertanya seputar keperawanan dan sakit saat berhubungan seks menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Perlu diluruskan pengertian bahwa tidak selalu hubungan dengan wanita perawan menyebabkan perdarahan. Itu merupakan pemikiran yang salah, karena banyak faktor yang menentukan perdarahan saat kehamilan, seperti perdarahan dari selaput hymen. Izinkan kami menjelaskan tentang konsep keperawanan. Dua konsep yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan adalah:

1. Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya himen perempuan, dan

2. Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali.

Himen merupakan membran tipis yang ada di dekat bukaan vagina, bagian tengahnya bolong sehingga darah menstruasi dapat keluar. Sebetulnya, himen perempuan dapat robek walau tidak melakukan hubungan intim, yaitu karena kecelakaan, aktivitas seperti naik kuda, senam, bersepeda, penggunaan tampon, masturbasi. Bahkan ada juga perempuan yang tidak memiliki himen. Himen dapat robek tanpa disertai rasa sakit, ataupun disertai perdarahan.

Karena itu, walaupun himen yang utuh mengindikasikan bahwa perempuan itu masih perawan, namun himen yang tidak utuh bukan berarti ia tidak perawan. Ada juga keadaan dimana perempuan sudah berhubungan intim, namun himennya masih utuh, yang disebut himen yang elastis. Karena itu konsep yang perlu digunakan di sini adalah keperawanan hilang saat seseorang melakukan hubungan intim.

Nyeri saat berhubungan intim di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal, pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering
kurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang
vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut
endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim
infeksi pada vagina
luka pada vagina
infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri
peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul

Kurangnya melakukan 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina anda kurang. Hal ini menyebabkan penetrasi penis terasa sangat sakit. Namun, akibat rasa sakit yang berulang setiap kali melakukan hubungan seksual maka di dalam diri anda muncul trauma atau perasaan takut untuk mengalami sakit yang sama, mungkin hal ini tidak anda sadari, namun alam bawah sadar anda merasakan hal tersebut. Akibatnya, vagina anda berkontraksi tanpa anda sadari (dikenal dengan vaginismus). Meskipun suami sudah melakukan ?pemanasan? yang cukup lama, namun kontraksi dinding vagina yang tidak anda sadari ini menyebabkan penetrasi penis kedalam vagina menjadi lebih sulit (hingga suami anda merasa ada yang mengganjal di dalam vagina), dan anda tetap merasa sakit saat dilakukan penetrasi penis ke dalam vagina anda.


Jika vaginismus terus terjadi dan hubungan seksual terus dipaksakan, bukan tidak mungkin dinding vagina anda akan robek dan mengalami luka yang akan memperberat rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Beberapa saran yang dapat Kami berikan untuk mencegah berulangnya kejadian tersebut antara lain:

Lakukan rangsangan seksual (foreplay) yang adekuat sebelum suami melakukan penetrasi penis. Hal ini sedikit banyak juga akan berpengaruh pada ketegangan vagina. Rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka.
Lakukanlah hubungan intim dalam suasana yang santai dan nyaman. Kondisi rileks saat berhubungan akan membuat vagina menjadi lemas dan tidak terasa nyeri saat penetrasi. Semakin anda merasa khawatir dan tidak rileks, semakin sulit untuk mengatasi masalah anda saat ini.
Gunakanlah lubrikasi tambahan untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina. Pilihlah pelumas yang lebih bersih dan steril untuk mencegah infeksi pada vagina istri anda.

Apabila keluhan berlanjut setelah melakukan foreplay cukup atau setelah menambahkan lubrikasi tambahan, kami sarankan agar Anda berkonsultasi ke dokter kebidanan dan kandungan untuk evaluasi lebih lanjut. Mungkin dispareunia pada diri anda disebabkan oleh hal-hal lain seperti gangguan hormonal, endometriosis, dll. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar