Sukses

Solusi Bagi Anak Yang Trauma BAB
03 Apr 2017, 04:59 WIB
Pria, 3 tahun.

Dokter bagaimana hilangkan trauma pada anak saya yg menahan trus bab karna fesesnya dulu pernah keras, saya sudah ganti pola makan tapi tetap setiap mau bab anak saya menahannya, saya takut ada ambeyen di dubur anak saya dok karna menahan terus tidak mau mengejen

Terimakasih telah bertanya seputar solusi bagi anak yang trauma BAB melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda terhadap kondisi si kecil.

Riwayat trauma BAB yang diialami anak Anda tentu tidak mengenakkan dan berakibat ia rentan mengalami sembelit karena kebiasaan menahan BAB. Siklus sembelit dan trauma BAB perlu diputus agar tidak menimbulkan komplikasi lain yang lebih serius. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mengatasi trauma BAB dan sembelit pada anak:

  • Bila anak mengeluh sakit saat BAB karena tinjanya keras, lakukan intervensi diet untuk melunakkan kotorannya. Antara lain dengan memberikan makanan mengandung tinggi karbohidrat yang tak dicerna (glukosa polimer), seperti sereal dan beras. Berikan pula makanan tinggi serat (fiber) seperti buah-buahan (pepaya, jeruk, avokad) dan sayuran hijau. Biji selasih juga boleh diberikan pada si kecil karena banyak mengandung serat. Juga perbanyak asupan cairan, minimal 1,5 liter per hari.
  • Bila anak tidak BAB lebih dari 3 hari, Anda boleh saja memberikan pencahar, tetapi penggunaannya harus dalam pengawasan dokter. Sebab, perlu disesuaikan antara berat-ringan sembelit dengan jenis, lama, dan dosis yang diberikan. Pemberian secara berlebihan, terutama yang melalui anus, dapat membuat anus anak terasa sakit saat BAB.
  • Pengolesan minyak kelapa atau baby oil pada anus anak boleh dilakukan agar kulit lebih lentur dan mudah teregang. Tapi ingat, banyak anak memiliki kulit sensitif sehingga pemberian minyak bisa menimbulkan iritasi dan membuatnya semakin merasa sakit saat BAB.
  • Ketika anak BAB, perhatikan posisinya. Posisi jongkok umumnya mempermudah pengeluaran kotoran karena posisi ini dapat meningkatkan tekanan di rongga perut dan mempermudah pengeluaran kotoran.

Bila anak Anda sangat terpengaruh psikologisnya karena riwayat BAB yang menyakitkan di masa lalu, ada baiknya mencari bantuan psikolog atau psikiater anak untuk mengatasi ketakutannya. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar solusi bagi anak yang trauma BAB. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam,
Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar