Sukses

Apakah Saya Menderita Tuberkulosis Paru? Meskipun Dahak Negatif?

04 Apr 2017, 13:46 WIB
Pria, 22 tahun.

salam sehat.. dok, saya mau bercerita, waktu saya di terima kerja saya tes kesehataan di salah satu rumah sakit di karawang, ketika d rontgen hasilnya seperti ada bayangan bakteri tb d paru2 atas sebelah kiri trus dokter bilang itu tb. tetapi dokter dari jepang itu hanya bayangan yang diprediksi 2-3 thun kedepan akan muncul bisa jg tidak, saya tidak percaya dan rontven ulang d RS berbeda dan hasilnya negatif... saya coba rontgen lg d RSUD untuk memastikan, hasilnya sma dengan RS pertama, tp dokter RSUd menyarankan cek dahak selama 3 hari tetapi hasilnya negatif. tetapi dokter tetap menyuruh saya mengkonsumsi obat selama 6 bulan.trtapi saya tidak pernah mengalami / merasakan ciri2 pendrita tb, sepeeti batuk, nafsu makan beekurang,berat badan turun, justruberat badan saya naik.. pertanyaannya.. 1. Apakah saya memang trkena sakit tb ? 2. obat yang di berikan 1 kapsul yang didalamnya terdiri dari 4macam obat dan vitamin cobazum. apakah obat ini audah tepat ? 3. apakah setelah sembuh bekas nya bisa hilang ? . Mohon penjelasanya.. Terima Kasih..

Terima kasih telah bertanya seputar tuberkulosis paru menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda, namun kami tidak dapat memastikan diagnosis tersebut tepat atau tidak tanpa melakukan pemeriksaan fisik langsung dengan Anda. Kami sarankan sebaiknya Anda berdiskusi dengan dokter yang menangani Anda perihal diagnosis dan pengobatan yang diberikan. 

Kami akan mencoba menjelaskan mengenai tuberkulosis. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis yang bersifat sistemik, yang dapat bermanifestasi pada hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer. TBC ditularkan melalu airbone/udara.

Tuberkulosis dapat dikalsifikasikan menjadi TB paru dan TB di luar paru (ekstra paru). Tujuan melakukan klasifikasi penyakit dan penderita adalah penting untuk menetapkan panduan OAT yang sesuai. Klasifikasi penyakit dan tipe penderita dilakukan sebelum pengobatan dimulai.

Tuberkulosis Paru

Tuberkulosis paru adalah tuberkulosis yang menyerang jaringan parenchyma paru, sebab itu TB pada selaput paru (pleura) atau TB pada kelenjar hilus dianggap sebagai TB Ekstra Paru. Bila penderita TB paru juga bisa mengalami TB Ekstra Paru, maka untuk kepentingan pencatatan maka penderita tersebut hanya dicatat sebagai penderita TB paru. Berdasarkan hasil pemeriksaan dahak, TB paru dapat dibagi menjadi :

  • TB paru BTA positif, yaitu bila sekurang-kurangnya 2 dari 3 pemeriksaan sediaan dahak SPS hasilnya positif atau sediaan dahak hasilnya BTA positif dan pemeriksaan foto rontgen dada menunjukkan gambaran tuberkulosis aktif.
  • TB paru BTA negatif rontgen positif, yaitu bila semua sediaan dahak SPS hasilnya negatif tapi foto rontgen ada menunjukkan gambaran TB aktif. TB paru BTA negatif rontgen positif dibagi berdasarkan tingkat keparahan penyakitnya, yaitu bentuk berat dan ringan. Bentuk berat bila gambaran foto rontgen dada memperlihatkan kerusakan paru yang luas, seperti adanya proses milier dan atau keadaan umum penderita buruk.

TB Ekstra Paru
TB Ekstra paru adalah tuberkulosis yang menyerang organ lain selain paru, misalnya pleura, selaput jantung, selaput otak, persendian, limfa, kulit, tulang, ginjal, usus, alat kelamin, saluran kemih, dan lain-lain. TB ekstra paru dibagi menurut tingkat keparahan yaitu :

  • TB ekstra paru ringan, misalnya TB kelenjar limfa, tulang (kecuali tulang belakang), sendi, dan kelenjar adrenal.
  • TB ekstra paru berat, misalnya meningitis, milier, perikarditis, perioritis, tulang belakang, usus, saluran kencing, dan alat kelamin. 

Pengobatan TB memang membutuhkan kedisiplinan dan waktu yang panjang. Hingga kini, belum ada obat TB terbaru yang dapat menyembuhkan TB dalam waktu yang singkat. Seseorang dengan TB harus menuntaskan pengobatan yang lama tersebut hingga benar-benar dinyatakan terbebas dari penyakit TB. Lama pengobatan TB pada penderita dapat berkisar 6- 9 bulan, tergantung dari jenis TB dan respon penderita terhadap pengobatan. Sejauh ini, jenis obat TB yang efektif memang kombinasi dari penggunaan empat obat-Rifampisin, INH, Pirazinamid, dan Etambutol, ditambah dengan suntikan Streptomisin pada mereka yang tergolong dalam Penderita TB kategori 2 ( pasien kambuh, gagal ataupun dengan riwayat pengobatan terputus).

Demikian informasi tentang tuberkulosis paru. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar