Sukses

Mengenai Air Alkali

04 Apr 2017, 10:11 WIB
Pria, 19 tahun.

Apakah Air Alkali yang memiliki ph >8 bisa menyembuhkan penyakit seperti kanker, tumor dan meningkatkan kesuburan serta menyeimbangkan kadar gula?

Terima kasih telah bertanya tentang air alkali melalui fitur Tanya Dokter. 

Berdasarkan pertanyaan Anda, air alkali adalah air yang telah mengalami proses elektrolisis sehingga terpisah antara fraksi asam dan fraksi basa. Sementara sistem reverse osmosis adalah proses demineralisasi menggunakan tekanan untuk mendorong air melewati sistem filtrasi dengan pori-pori yang sangat kecil, untuk menciptakan air "murni". Selama prosesnya, zat kimia, bakteri, dan mineral disaring melalui membran-membran yang berbeda dan melalui filter karbon.

Air alkali masih menimbulkan pro dan kontra termasuk di kalangan peneliti ilmiah. Disebutkan bahwa air alkali dapat mengurangi tingkat keasaman dalam tubuh. Namun ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa air alkali menimbulkan efek yang tidak signifikan, dimana netralisasi hanya terjadi beberapa detik setelah air tersebut diminum. Tubuh dapat mengatur tingkat pH nya sendiri melalui asupan makanan dan proses metabolisme tubuh.

Sementara itu, meminum air yang telah melalui proses reverse osmosis memiliki keuntungan antara lain: Jika Anda sedang bepergian, berkemah, tinggal pada area dengan air yang kotor dan mengandung banyak parasit atau bakteri, atau tinggal pada area dimana banyak terdapat penggunaan pestisida dan herbisida, sistem reverse osmosis dapat bermanfaat untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri, parasit, zat kimia dan kotoran yang berbahaya, sehingga air lebih aman untuk diminum. Beberapa pihak sering menggunakan sistem ini seperti Militer Amerika Serikat dan pada beberapa negara saat terjadi bencana alam seperti banjir.
Namun berdasarkan laporan beberapa jurnal kesehatan, terdapat beberapa kerugian yang dimiliki oleh sistem reverse osmosis ini. Zat mineral seperti kalsium, mangan, fluor, magnesium, ikut terbuang; beberapa diantaranya adalah zat yang berguna bagi tubuh, namun ini bergantung pada tipe filtrasi yang digunakan. Hilangnya zat mineral ini dari kandungan air minum memang tidak terlalu membahayakan karena zat mineral tersebut masih dapat diperoleh dari asupan makanan. Namun seringkali kita tidak menyadari apa saja kandungan vitamin atau mineral di dalam makanan yang kita konsumsi, sehingga jika asupan makanan tidak seimbang atau terjaga, sementara air yang dikonsumsi adalah air yang telah mengalami proses demineralisasi tersebut, terdapat kemungkinan kita akan berisiko mengalami defisiensi vitamin dan mineral.

Jika digunakan untuk memasak, air yang terdemineralisasi tersebut juga dapat mengurangi kandungan nutrisi penting bahan yang dimasak bersamanya, seperti sayur, atau daging. Sebaliknya, pada air biasa yang tidak melalui proses demineralisasi jika digunakan untuk memasak, jumlah mineral yang hilang lebih sedikit.

Penelitian dalam hal ini masih terus dilakukan. Sebagai kesimpulan, sistem demineralisasi tersebut memiliki keuntungan dan kerugian. Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan Anda dan meminta informasi kepada produsen air kemasan yang Anda konsumsi mengenai filter yang digunakan dan zat apa saja yang terbuang selama proses demineralisasi tersebut. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Salam. 

0 Komentar

Belum ada komentar