Sukses

Autis Pasca Kejang?

03 Apr 2017, 19:04 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok, saya punya kakak perempuan. Kakak saya lahir normal, sehat, tapi sewaktu umur 3 tahun dia jatuh lalu step dan demam tinggi. Setelah itu, dia jd "tidak normal" lagi. Seperti anak autis. Padahal dulu sewaktu umur 3 tahun bicaranya sudah lancar, seperti balita normal lain. Sudah dibawa ke banyak dokter dulu, tp hasilnya nihil :') Saya hanya ingin bertanya tentang penjelasan penyakit ini, dok. Terima kasih, dok 🙂

Terima kasih telah bertanya seputar autisme dan kejang menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda, namun sayang sekali informasi yang Anda berikan sangat terbatas sehingga sulit bagi kami untuk menentukan penyebab keluhan yang terjadi pada kakak Anda. PErlu diperjelas mengenai apa yang Anda maksud dengan "tidak normal"? Apakah terdapat kelemahan anggota gerak pada kakak Anda? Apakah terdapat gangguan bicara? Berapa usia kaka Anda saat ini? Apakah saat ini kakak Anda masih sering kejang?

Kejang adalah perubahan aktivitas fisik secara tidak disadari dan tidak dapat dikontrol yang dapat terjadi akibat adanya gangguan aktivitas penyebaran sinyal listrik di otak. Pada sebagian kejang memang dapat menimbulkan efek dikemudian hari bila terdapat gangguan pada sistem saraf akibat kejang. Efek yang muncul dapat beragam mulai dari gangguan koordinasi, kelemahan anggota tubuh, gangguan komunikasi dan lain sebagainya.

Rasanya terlalu dini untuk mengatakan seseorang menderita autisme tanpa pemeriksaan langsung oleh dokter. Namun, kami akan mencoba menjelaskan sedikit mengenai autisme sebagai gambaran untuk Anda.

Autisme adalah gangguan perkembangan fungsi otak atau suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau berkomunikasi dengan normal. Biasanya orang tua baru menyadari terjadi kelainan perkembangan pada anak mereka setelah anak mulai memasuki lingkungan sekolah dimana mereka seharusnya banyak melakukan interaksi sosial.

Autisme, yang mempengaruhi sekitar 1 persen orang di seluruh dunia, mencakup spektrum gangguan mulai dari keterbelakangan mental dan ketidakmampuan mendalam untuk berkomunikasi dengan gejala yang relatif ringan seperti terlihat pada orang dengan sindrom Asperger. Karakteristik perilaku autistik cenderung tidak muncul pada usia sebelum 2 tahun dan diagnosa biasanya hanya dilakukan setelah usia ini.

Hingga saat ini para praktisi medis belum dapat menyebutkan penyebab pasti terjadinya autis, namun faktor genetik dan faktor lingkungan dipercaya memiliki peran penting. Faktor genetik diduga terkait dengan timbulnya autis pada anak, karena seseorang anak yang memiliki kakak ataupun anggota keluarga lain yang terkena autis beresiko lebih besar untuk terkena autis juga. Selain itu pada beberapa penelitian juga menunjukan terdapatnya keterkaitan antara kadar abnormal serotonin ataupun neurotransmitter otak lain dengan manifestasi gejala yang timbul.

Gejala-gejala yang dapat digunakan sebagai indikator awal seorang anak yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut oleh para ahli adalah :

  • Tidak dapat bergumam dan menunjuk ke suatu objek pada usia 1 tahun
  • Tidak dapat mengucapkan kata pada usia 16 bulan ataupun rangkaian kata paa usia 2 tahun
  • Kurangnya kemampuan bicara atau berkomunikasi dan kemampuan sosial
  • Tidak ada respon saat nama anak dipanggil
  • Sulit melakukan kontak mata
  • Tidak ada respon sosial seperti tersenyum

Gejala-gejala atau indikator lanjut yang merujuk pada anak yang terkena autis :

  • Gangguan atau ketidakmampuan anak untuk berteman dan bergaul kelompok
  • Gangguan komuniksi dan memusatkan perhatian sehingga sulit untuk melakukan perbincangan dengaan orang lain
  • gerak repetitif atau gerakan tertentu yang tidak memiliki arti yang dilakukan secara berulang-ulang ataupun menggunakan bahasa-bahasa aneh yang tidak memiliki arti
  • kesulitan berimajinasi
  • Memiliki kecenderungan untuk tertarik pada hal-hal tertentu yang sifatnya terfokus dan dengan intensitas lebih
  • Preokupasi atau pikiran berulang terhadap suatu objek
  • Memiliki kebiasaan, ritual atau rutinitas spesifik yang sama setiap hari 

Kami sarankan Anda memeriksakan kondisi kakak Anda ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti keluhan pada kakak Anda.

Demikian informasi tentang autis pasca kejang. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar