Sukses

Vagina Nyeri Setelah Melahirkan dan Pilihan KB Ibu Menyusui

03 Apr 2017, 12:00 WIB
Pria, 30 tahun.

Mlm dok,mau tanx 'sy baru hbis melahirkan dan umur anak sy sdh 3 bln.pertanyaan saya,kenapa vagina sy kdang msih nyeri.dan obat apa yg hrus diminum.!!!... ke 2 :sy sampe skr blum KB,bisakah sy kb tanpa tgu haid???makasih dok sebelumx

Terima kasih telah bertanya tentang vagina nyeri setelah melahirkan melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran Ibu. Namun, sulit untuk memastikan penyebab keluhan Ibu tanpa melihat langsung/melakukan pemeriksaan fisik. Apakah sudah dilakukan pengangkatan jahitan? Apakah ada keluhan lain seperti nyeri saat buang air kecil, susah buang air kecil, demam? Proses penyembuhan luka episiotomi (robekan saat melahirkan) berlangsung antara 3 - 6 bulan. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka tersebut, seperti kebersihan luka, reaksi alergi terdahap benang jahit, serta status gizi. Bila ada infeksi, bisa saja luka sayatan terbuka kembali. Karena itu kebersihan daerah kemaluan harus dijaga. Obat antinyeri yang aman bagi ibu menyusui contohnya parasetamol.

Bagaimanapun juga untuk memastikan penyebab keluhan Ibu, kami menganjurkan agar Ibu mengunjungi dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisis sehingga dapat diketahui penyebab keluhan dan rencana tatalaksana/terapi yang akan dilakukan.

Untuk menggunakan KB, Ibu tidak perlu menunggu hingga kembalinya siklus haid. Akantetapi perlu diperhatikan bahwa pada saat menyusui sebaiknya ibu tidak menggunakan alat kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen karena dapat mengurangi produksi ASI. Terdapat berbagai jenis metode kontrasepsi yang dapat digunakan oleh ibu menyusui:

1. Metode Amenorea Laktasi (MAL)
Metode kontrasepsi yang menjadikan laktasi (menyusui) sebagai kontrasepsi alami, memiliki efektifitas 98% dalam mencegah kehamilan. Pada saat menyusui, hormon prolaktin akan menekan ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) sehingga dapat mencegah kehamilan. MAL dapat digunakan sebagai kontrasepsi dengan beberapa syarat, yaitu:

Memberikan ASI eksklusif, tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi
ASI diberikan sesering mungkin, setiap bayi meminta, minimal 8x/hari (setiap 4 jam)
Belum mendapatkan menstruasi setelah melahirkan
Bayi berusia kurang dari 6 bulan
Jika bayi sudah berusia dari 6 bulan, dan frekuensi menyusui menurun, maka risiko kehamilan meningkat dan sebaiknya menggunakan metode kontrasepsi tambahan.

2. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/spiral
AKDR memiliki manfaat sebagai alat kontrasepsi dalam jangka panjang, yaitu 5-10 tahun. AKDR tidak memiliki pengaruh terhadap ASI. Pemasangan AKDR dapat segera dilakukan pada masa nifas tanpa harus menunggu menstruasi.Pemasangan AKDR disarankan setelah 4 minggu masa nifas untuk mengurangi risiko ekspulsi (keluarnya AKDR dari rahim).

3. Pil progestin/ minipil
Penggunaan minipil dapat dimulai kapanpun setelah melahirkan.

4. Implan
Implan dapat bertahan hingga 3 tahun. Penggunaan implan dapat dilakukan 3 minggu setelah melahirkan.

5. Suntik progesteron
Dilakukan setiap 3 bulan. Jika Anda menggunakan kontrasepsi hormonal progesteron, kesuburan tidak akan kembali secara langsung setelah penghentian, namun membutuhkan beberapa bulan setelah injeksi terakhir untuk mengembalikan kesuburan. Jadi, jika Anda memiliki rencana untuk hamil dalam waktu cepat, metode kontrasepsi ini mungkin bukan menjadi pilihan terbaik.

6. Kondom
Terdapat dua jenis kondom, yaitu kondom untuk pria dan kondom untuk wanita. Kondom untuk wanita memiliki cara kerja yang sama yaitu mencegah masuknya sperma ke dalam vagina.

7. Sterilisasi (tubektomi/vasektomi)
Merupakan kontrasepsi permanen jika tidak memiliki anak lagi.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan terkait vagina nyeri setelah melahirkan dan pilihan KB untuk ibu menyusui. Semoga membantu.

0 Komentar

Belum ada komentar