Sukses

Penyebab Kaki Gatal Tak Kunjung Sembuh [ada Balita

31 Mar 2017, 14:42 WIB
Pria, 25 tahun.

Selamat sore dokter.. saya mau tanya. Saya punya adik baru berjalan 2 tahun, tapi kakinya gatal2 seperti kena kurap.. sudah lama dok. Sudah di obati namun tidak sembuh sembuh... Gimana cara ngatasinya dokter .. terimakasih

Terimakasih telah bertanya seputar kaki gatal pada balita melalui fitur Tanya Dokter.

Dari informasi singkat Anda, berikut beberapa kemungkinan penyakit kulit yang dialami adik Anda.

1. Prurigo

Prurigo adalah penyakit kulit yang dimulai sejak bayi atau anak. Kelainan kulit yang timbul terdiri atas bentol kecil berbentuk kubah yang sangat gatal, lebih mudah diraba daripada dilihat, terutama terletak pada anggota gerak. Kulit yang mengalami prurigo akan peka terhadap gigitan serangga dan nyamuk. Beberapa faktor lain berperan antara lain suhu, adanya parasit cacing, infeksi saluran cerna atau amandel, alergi makanan, dan adanya bawaan alergi.

Karena penyebab prurigo belum diketahui, maka tidak ada pengobatan yang tepat. Terapi prurigo adalah menghindari hal-hal yang ada kaitannya dengan prurigo, yaitu menghindari gigitan nyamuk atau serangga, mencari dan mengobati infeksi, dan memperbaiki kebersihan diri dan lingkungan. Untuk mengurangi gatal dapat menggunakan obat antihistamin seperti CTM, loratadin, cetirizine. Untuk pengobatan oles dapat digunakan dalam bentuk bedak kocok atau salap yang di dalamnya mengandung sulfur dan menthol atau kamper untuk mengurangi gatal.

2. Gudik atau skabies 

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabei. Tungau ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau bersifat mikroskopis. Penyakit ini mudah menular dari manusia ke manusia, dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Skabies mudah menyebar baik secara langsung melalui sentuhan langsung dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju, sprei, handuk, bantal, air, atau sisir yang pernah digunakan penderita dan belum dibersihkan dan masih terdapat tungaunya.

Skabies menyebabkan rasa gatal pada bagian kulit seperti sela-sela jari, siku, selangkangan. Penyebabnya adalah kondisi kebersihan yang kurang terjaga, sanitasi yang buruk, kurang gizi, dan kondisi ruangan terlalu lembab dan kurang mendapat sinar matahari secara langsung.

Skabies menular dengan cepat pada suatu komunitas yang tinggal bersama sehingga dalam pengobatannya harus dilakukan secara serentak dan menyeluruh pada semua orang dan lingkungan pada komunitas yang terserang scabies, karena apabila dilakukan pengobatan secara individual maka akan mudah tertular kembali penyakit skabies.

Seseorang dianggap mengalami skabies apabila ditemukan 2 dari 4 gejala utama, yaitu:

  1. Pruritus nocturna, yaitu gatal pada malam hari yang disebabkan aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab.
  2. Penyakit ini menyerang manusia secara berkelompok, misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya, sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut.
  3. Adanya terowongan pada tempat-tempat yang sering terkena, seperti sela-sela jari tangan, pergelangan tangan, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan,umbilicus, bokong, genitalia eksterna pada pria dan perut bagian bawah. Terowongan ini berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan ditemukan bentol atau bentol berisi cairan.
  4. Menemukan tungau, merupakan hal yang paling diagnostik

Pengobatan skabies salah satunya dapat dilakukan dengan krim permetrin 5% dioleskan ke seluruh tubuh dari leher ke bawah, selama semalam lalu basuh hingga bersih pada pagi hari. Aplikasi krim dilakukan selama 10 jam. Pengobatan ini biasanya diulang setelah 1 minggu apabila belum sembuh. Dapat dipergunakan pula antihistamin seperti CTM untuk mengurangi gatal. Hal lain yang dapat dilakukan adalah merendam pakaian, seprei dan selimut yang dipakai ke dalam air panas.

3. Dermatitis atopi 

Dermatitis atopi atau eksim alergi adalah suatu peradangan kulit yang bersifat lama dan berulang, yang dapat terjadi pada bayi, anak dan dewasa dengan riwayat alergi pada penderita atau keluarga. Riwayat alergi pada keluarga seperti asma, rinitis alergika (sering bersin, hidung meler atau tersumbat yang disebabkan oleh alergi) , urtikaria (kaligata/biduran). 

Gejala dermatitis atopi dapat bervariasi pada setiap orang. Gejala yang paling umum adalah kulit tampak kering dan gatal. Gatal merupakan gejala yang paling penting pada dermatitis atopi. Garukan atau gosokan sebagai reaksi terhadap rasa gatal menyebabkan iritasi pada kulit, menambah peradangan, dan juga akan meningkatkan rasa gatal. 

Kulit kering dan bersisik membuat kulit lebih sensitif sehingga lebih mudah terangsang. Salah satu penyebab dikarenakan berkurangnya sawar pelindung kulit pada kulit dengan atopi. Beberapa hal berikut dapat mengurangi gejala:

  • Hindari pemakaian pakaian dan selimut yang berbahan iritatif seperti wool

  • Hindari menggosok permukaan kulit berlebihan ketika mandi karena akan mengurangi lapisan sawar pelindung kulit

  • Kurangi frekuensi mandi dengan air hangat karena akan mengurangi lapisan sawar pelindung kulit

  • Gunakan pelembab untuk kulit sensitif 

  • Hindari pemakaian pakaian yang terlalu sempit dan ketat

  • Jaga kebersihan seperti cuci sprei dan handuk secara rutin

Bagaimana dengan keluhan adik Anda? Apakah diantara penyakit yang dijelaskan ada yang merupakan gejala yang dirasakan?Jika keluhan tidak membaik atau memberat, sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter anak atau spesialis kulit dan kelamin. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar kaki gatal pada balita, semoga bermanfaat. (FA)

Salam sehat,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar