Sukses

Kaitan Antara Masturbasi dan Ejakulasi Dini

01 Apr 2017, 16:38 WIB
Pria, 17 tahun.

Dok. Apakah kalau kita menghentikan kebiasaan masturbasi atau onani, kita akan terhindar dari ejakulasi dini? Sekian, terima kasih

Terima kasih telah bertanya mengenai masturbasi dan ejakulasi dini menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kebiasaan melakukan masturbasi merupakan permasalahan yang tidak jarang dihadapi oleh kaum adam. Hingga saat ini sudah banyak pertanyaan yang masuk redaksi kami mengenai hal tersebut.

Masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Kebiasaan masturbasi seringkali dikaitkan dengan kemampuan ereksi dan ejakulasi pria. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar. Bila dilakukan dengan tepat, onani atau masturbasi dapat melatih seseorang mengendalikan sensitivitas dan penerimaannya terhadap stimulus / rangsangan seksual. Hal yang dimaksud dengan tepat disini adalah dengan memanfaatkan rangsangan tersebut secara perlahan, jangan terburu-buru untuk mencapai orgasme.

Namun seperti halnya kebiasaan lain, segala sesuatu yang berlebihan akhirnya dapat mendatangkan dampak yang tidak diinginkan. Seseorang dengan kebiasaan terlalu sering masturbasi dapat mengalami:

  • perubahan pola tidur,
  • stres,
  • gangguan panik / kecemasan,
  • lemas,
  • kurangnya konsentrasi,
  • pada akhirnya dapat juga menyebabkan disfungsi ereksi dan impotensi.

Berikut kami akan menjelaskan mengenai ejakulasi dini. Ejakulasi dini (ED) memiliki definisi ejakulasi yang berulang, sering, atau menetap dengan stimulasi yang minimal, sebelum, saat, atau sesaat setelah penetrasi dan sebelum saat yang diinginkan, oleh karena tidak mampu mengendalikannya yang kemudian menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan rasa tertekan. Memang tidak ada batasan waktu dalam definisi ini.

Untuk mengatasi ejakulasi dini pada pria maka perlu diketahui penyebabnya terlebih dahulu, apakah psikologik (perasaan bersalah, stress, kecemasan, disfungsi ereksi), organik (gangguan organ), atau iatrogenik (karena tindakan medis). Penyebab ED sendiri paling banyak disebabkan oleh psikologis. Penanganan kemudian disesuaikan dengan penyebabnya.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini adalah:

  • Cobalah untuk lebih santai ketika melakukan hubungan intim. Hindari kondisi dikejar deadline atau perasaan ‘harus segera selesai’ ketika melakukannya. Tariklah napas dalam-dalam atau lakukan teknik relaksasi terlebih dahulu
  • Carilah posisi yang nyaman. Posisi ‘woman on top’ akan lebih nyaman untuk pria
  • Jangan menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang ketika akan berhubungan seksual
  • Berlatihlah senam kegel untuk membantu mengencangkan otot panggul dan mengontrol ejakulasi dini
  • Beberapa jenis terapi dapat diberikan bagi mereka dengan ejakulasi dini:
  • Terapi seksual
  • Terapi seksual dalam hal ini adalah berlatih mengendalikan ejakulasi dini dengan melakukan masturbasi. Dengan teknik masturbasi yang sesuai, tidak terlalu terburu-buru, sensitivitas dan respon terhadap suatu rangsangan seksual dapat dikendalikan. Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum hubungan seksual juga dapat menunda ejakulasi.
  • Terapi obat
  • Obat-obatan antidepresi dan obat bius topikal (oles) juga dapat digunakan pada keadaan ini. Namun terapi dengan obat-obatan sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter
  • Psikoterapi
  • Seperti psikoterapi untuk masalah lainnya, psikoterapi dalam hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan stress yang dapat mempengaruhi hubungan seksual

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

  • Mengimbangi 'Permainan' di Ranjang
  • Hilangkan Frustasi Akibat Ejakulasi Dini
  • Memperbesar Penis
  • Memperbesar Penis: Amankah?

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai masturbasi dan ejakulasi dini, semoga bermanfaat. Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar