Sukses

Nyeri Rahim Saat Hamil

27 Mar 2017, 12:43 WIB
Wanita, 28 tahun.

Dok..sy ud cek sy positif hamil jl sebulan sy mau tnya..dikehamilan 3 saya ini kadang2 sy rasa nyeri dirahim nyerinya sakit bgt. it knp ya dok?? Mmg sy cesar 2 kali dok ap it pngaruh cesar ap gak?? dan makanan apa yg bs mempengaruhi jika kita kpengen punya ank laki2 trimakasih dok..

Terima kasih telah bertanya tentang nyeri rahim saat hamil menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Nyeri perut atau kram perut bagian bawah atau daerah rahim pada trimester pertama kehamilan merupakan suatu kondisi yang perlu perhatian lebih. Sebagian besar kasus adalah normal, namun tak dipungkiri ada beberapa penyebab kram perut yang membahayakan. Penyebab kram dan nyeri perut saat hamil trimester 1 antara lain:

  • Kehamilan ektopik
    Hal ini terjadi ketika kehamilan terjadi di luar rahim atau kandungan. Gejala yang dapat muncul adalah nyeri hebat pada salah satu sisi perut bagian bawah yang disertai dengan flek-flek. Kehamilan ektopik dapat membahayakan ibu dan janin sehingga kehamilan harus diakhiri dengan cara menggugurkannya.
  • Keguguran
    Nyeri atau kram perut hebat jauh lebih nyeri dari nyeri saat haid yang disertai oleh flek-flek maupun perdarahan atau bahkan bergumpal-gumpal merupakan tanda keguguran.
  • Proses Implantasi
    Saat janin menempelkan dirinya ke dalam rahim, Anda dapat merasa nyeri. biasanya nyeri dirasakan hingga usia 6 minggu.
  • Gangguan pencernaan
    Meningkatnya kadar progesteron dan estrogen dalam darah menyebabkan pergerakan usus menjadi lambat sehingga perut dapat terasa penuh dan kembung.

Bila Anda merasa cemas dan merasakan gejala lain selain yang kami sebutkan, sebaiknya berkonsultasilah langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara detail dan diketahui penyebab berikut solusinya.

Bila kehamilan sudah terjadi maka secara tidak langsung jenis kelamin anak sudah terbentu sehingga jika sudah terjadi kehamilan tidak dapatberubah jenis kelamin bayi.

Secara ilmiah, penelitian hingga saat ini menemukan bahwa yang memegang kendali dalam menentukan jenis kelamin anak adalah sperma dari suami. Laki-laki memiliki kromosom seks jenis X dan Y. Sel telur perempuan memiliki dua kromosom seks yang sama, yaitu X dan X. Sehingga bila dalam hubungan intim, sperma X yang membuahi sel telur maka terjadilah pertemuan kromosom X dengan X, sehingga yang didapat adalah bayi perempuan. Sedangkan, jika sperma Y yang membuahi sel telur, maka terjadilah pertemuan antara kromosom X dan Y, dan didapat bayi laki-laki.


Ilmu mewujudkan keinginan jenis kelamin anak hanya dapat ditempuh dengan metode inseminasi buatan atau bayi tabung, dan keberhasilan dari angka kehamilan dengan bayi tabung baru 30%.

Namun, apabila ingin mencoba untuk memiliki anak laki-laki disarankan untuk berhubungan seksual pada saat ovulasi atau keluarnya sel telur dari indung telur.

Ovulasi terjadi 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya plus minus 1 hari. Hal ini disebabkan karena sel sperma yang mengangkut genetik-Y (laki-laki) dapat berenang lebih cepat menuju sel telur namun tidak dapat bertahan lama di dalam saluran reproduksi wanita.

Berbeda dengan sel sperma yang mengangkut genetik-X (perempuan) yang berenang lebih lambat namun mampu bertahan lebih lama di dalam saluran reproduksi wanita.

Untuk makanan, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan harus mengkonsumsi makanan jenis tertentu agar dapat mendapatkan anak laki-laki.

Calon Ibu dapat mengkonsumsi makanan apa saja asal sehat dan bergizi guna menunjang kesehatan ibu dan janin, terlepas apapun jenis kelamin kelak calon bayi.

Perlu diingat bahwa peristiwa kehamilan dan penentuan jenis kelamin janin adalah kuasa dari sang Pencipta dan manusia hanyalah sebagai fasilitator di dalamnya. Sehingga, kembali lagi, segala sesuatunya dikembalikan kepada kuasa Sang Pencipta yang memberikan kehidupan.

 

Demikian informasi tentang nyeri rahim saat hamil yang dapat kami sampaikan. 

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar