Sukses

Frekuensi Makan Mie Instan

26 Mar 2017, 18:07 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok mau tanya, dalam mengkonsumsi mie instan itu sebaiknya beapa hari sekali? Terimakasih

Terima kasih telah bertanya tentang frekuensi makan mie instan menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. Pada dasarnya mie memilki bahan dasar tepung terigu (gandum) yang termasuk di dalam golongan karbohidrat sehingga bisa menggantikan nasi. Jadi sebagai sumber tenaga, mi merupakan salah satu sumber yang cukup baik.

Namun yang kurang dari mie adalah kandungan seratnya yang sangat minim. Makanan berserat tentu jauh lebih baik karena makanan yang tidak berserat akan diserap dan dijadikan lemak sehingga memudahkan seseorang menjadi obesitas. Obesitas sendiri dapat merembet ke berbagai penyakit seperti sumbatan pada jantung dan penyakit diabetes melitus.

Yang lebih perlu diwaspadai adalah kandungan MSG yang terdapat di dalam bumbu-bumbu mie. MSG banyak mengandung bumbu pengawet yang dapat menyebabkan alergi. MSG sendiri di dalam beberapa penelitian disebutkan dapat menyebabkan kanker. Alangkah lebih baiknya apabila membuat mie dengan menggunakan bumbu yang dibikin sendiri.

Karena kandunganya yang sebagian besar adalah karbohidrat, maka disarankan untuk memasak mie dengan menambahkan berbagai penganan lain di dalamnya sebagai sumber serat (wortel, kol, sawi), dan protein (telur, udang, ayam). Telur sendiri memang merupakan salah satu sumber protein yang baik. Namun perlu diingat bahwa kuning telur mengandung kolesterol yang cukup tinggi dan berperan di dalam pembentukan sumbatan di jantung. Telur baik untuk dikonsumsi asalkan tidak terlalu sering (3-4x/minggu).

Prinsip utamanya adalah agar mengkonsumsi makanan secara tidak berlebihan dan bervariasi agar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi dengan seimbang. Dengan mengetahui pengaruh dari konsumsi mi instan yang berlebihan diharapkah agar kita semakin bijak dalam mengonsumsi makanan yang terbaik bagi tubuh.

Demikian informasi tentang frekuensi makan mie instan, semoga bermanfaat.

Salam,

1 Komentar