Sukses

Hipertiroid
24 Mar 2017, 11:24 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok saya mau bertanya saya terkena hypertiroid kira kira 1 tahun, kedua bola mata saya mulai menonjol begitu pula dengan leher saya, saya sudah berobat selama kurang lebih 1 tahun dan diberikan obat thyrozol dan propanolol, tapi tidak ada perubahan sama sekali. Kira kira apakah penyakit hypertiroid ini bisa disembuhkan? Dan apakah kedua mata dan leher saya bisa kembali ke bentuk seperti semula? Terimakasih

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter.

Apakah yang Anda maksud hipertiroid atau hipertiroid? Kami akan terangkan sedikit mengenai Hipertiroid.

Fungsi utama kelenjar tiroid adalah mengeluarkan hormon yang membantu mengatur metabolisme. Hormon yang dikeluarkan kelenjar tiroid juga berperan dalam perkembangan normal organ seperti jantung dan otak, serta untuk fungsi reproduksi normal. Jumlah produksi hormon yang tepat penting pula untuk metabolisme tulang dan kalsium. Hormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid adalah tiroksin (T4) dan tri-iodothyronine (T3). Kadar kedua hormon ini yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Pada orang dewasa, kadar TSH normal adalah 0,4-4,5 mIU/L. Sedangkan pada bayi, kadar normal TSH adalah 3-18 mIU/L. mIU/L adalah singkatan dari mili-Internasional unit per liter. Kadar TSH yang berada di luar kisaran tersebut diklasifikasikan sebagai hipotiroidisme atau hipertiroidisme.

Hipertiroid merupakan manifestasi atau gejala yang timbul akibat kelenjar tiroid yang hiperaktif. Terdapat beberapa penyebab hipertiroid, yaitu:

Penyakit graves (tersering)
Adenoma toksik
Karsinoma tiroid
Gondok multinodusa toksik
Tiroiditis subakut
Obat (yodium, litium), dan sebagainya.
Gejala hipertiroid dapat berupa;

Mudah berkeringat
Berat badan sulit naik
Gemetar.
Apakah Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas?

Prinsip pengobatan pada pasien hipertiroidisme tergantung dari penyebab hipertiroidisme tersebut, usia pasien, riwayat alamiah perjalanan penyakit, tersedianya terapi atau tidak, risiko pengobatan, dan sebagainya. Diperlukan diskusi dan kerjasama yang baik antara dokter dan pasien agar mendapatkan hasil yang optimal.

Kelompok besar pengobatan hipertiroidisme sendiri dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

Obat anti tiroid minum (tirostatika)
Operasi (Tiroidektomi)
Penggunaan zat radioaktif (yodium radioaktif),
Pilihan terapi lain adalah radioiodine (nuklir), namun terdapat efek samping kesulitan memiliki keturunan karena radiasi. Oleh karena itu bila Anda belum menikah dan ingin memiliki keturunan, pilihan terapi ini hendaknya ditunda hingga 1-2 tahun atau lebih. Efek samping lainnya yang banyak ditemukan adalah kondisi hipotiroid paska terapi. Berdasarkan alasan radiasi pulalah, para penderita paska terapi radioiodine biasanya diisolasi beberapa hari, karena sekresi tubuh penderita tersebut pun mengandung radiasi. Terapi berisiko ini memiliki angka keberhasilan yang cukup tinggi, dan tidak disarankan untuk wanita hamil dengan usia kehamilan di bawah 6 bulan maupun menyusui.

Pilihan terapi operasi biasanya dipertimbangkan bila kadar hormon tiroid stabil. Angka keberhasilan terapi ini pun cukup tinggi.

Berikut adalah daftar makanan baik untuk dikonsumsi penderita hipertiroid :

Sumber vitamin B12 (hati sapi)
Sumber vitamin C
Sayuran hijau (brokoli, bayam, dan lain sebagainya)
Sumber yodium (kacang, yoghurt, produk susu, stroberi).
Kami sarankan Anda untuk memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk mendapatkan diagnosa dan tata laksana terbaik dari kondisi yang ada.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar