Sukses

Bagaimana Penanganan Tukak Lambung
18 Mar 2017, 12:03 WIB
Pria, 30 tahun.

Penanganan tukak lambung

Terima kasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter
Halo Hartono,

Tukak lambung atau usus atau dalam dunia kedokteran disebut dengan ulkus peptikum. Ulkus peptikum adalah perlukaan terbuka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari (duodenum). Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan ulkus peptikum, diantaranya adalah merokok, stres, faktor genetik, dan dapat disebabkan oleh bakteri (misalnya Helicobacter pylori) atau obat-obatan yang menyebabkan melemahnya lapisan lendir pelindung lambung dan duodenum sehingga asam lambung bisa menembus lapisan di bawahnya.

Pemakaian NSAIDs (non-steroid anti inflammatory drugs, obat anti peradangan non-steroid) dosis menengah bisa menyebabkan kelainan saluran pencernaan dan perdarahan. Alkohol dan merokok dapat memicu terbentuknya ulkus. Selain itu, kopi, teh, soda dan makanan yang mengandung kafein dapat merangsang pelepasan asam lambung dan memicu terbentuknya ulkus.

Pengobatan ulkus peptikum terdiri atas penghambat H2 (misalnya ranitidin, famotidin dan cimetidin). Pada ulkus peptikum yang disebabkan oleh Helicobacter pylori, akan diberikan terapi antibiotik. Masa penyembuhan biasanya memerlukan waktu selama 8 minggu, tetapi nyeri biasanya akan menghilang setelah beberapa hari. Meskipun gejalanya telah mereda, obat harus diminum sampai habis agar infeksi benar-benar reda.

Berikut terdapat tips untuk mencegah tukak lambung :

Perhatikan pola makan. Hendaknya makan dalam porsi yang cukup dan teratur. Hindari makanan yang bersifat iritatif terhadap lambung seperti makanan yang pedas, asam, berminyak, atau berlemak.
Hindarkan mengonsumsi alkohol. Alkohol dapat menyebabkan penipisan dinding lambung sehingga dapat menimbulkan peradangan dan perdarahan lambung.
Hindari merokok. Merokok dapat menimbulkan gangguan pada kerja lapisan pelindung lambung dan juga meningkatkan produksi asam lambung.
Olahraga teratur. Olahraga yang dipilih adalah yang bersifat aerobic. Aerobik dapat meningkatkan kecepatan pernapasan dan jantung, menstimulasi aktifitas otot usus sehingga membantu mengeluarkan limbah makanan dari usus lebih cepat.
Ganti obat penghilang rasa nyeri. Hindarkan penggunaan obat yang tergolong anti inflamasi non steroid karena dapat memperparah peradangan yang ada.
Kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk penanganan lebih lanjut pada keluhan Anda.


Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar