Sukses

Cara Atasi Maag

17 Mar 2017, 20:50 WIB
Pria, 23 tahun.

Bagai mana untuk menyembuhkan penyakit MAGH. Yg sering kerasa dan sering juga hilang.... Dan di iringi dengan menyakit amandel.

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter. 

Sebelum kami memberikan informasi lebih lanjut, ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan. Apakah penyakit "magh" yang Anda maksud adalah keluhan nyeri ulu hati yang sering disertai mual, muntah, rasa begah atau kembung di perut? Apaah keluhan tersebut muncul terutama saat Anda terlambat makan? Apakah keluhan membaik setelah Anda makan? Bila ya, maka kemungkinan yang Anda alami adalah maag atau disebut gastritis

Maag atau gastritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung akibat pengeluaran asam lambung yang berlebih. Umumnya maag akan menimbulkan gejala nyeri ulu hati, atau perut kiri atas, mual, kembung, dan muntah. Apabila keluhan menjadi nyeri dada, dada terasa panas, dan mulut terasa pahit/asam, maka mungkin saja itu bukan maag namun penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD) atau refluks asam lambung yang terjadi akibat naiknya cairan lambung ke kerongkongan. Hal ini disebabkan klep antara lambung dan kerongkongan tidak berfungsi dengan baik.

Pengobatan maag meliputi banyak faktor, mulai dari perubahan gaya hidup, perubahan pola makan, dan obat-obatan. Untuk mengatasi maag yang Anda dapat lakukan adalah:

  • Hindari makanan pedas, terlalu asam dan yang mengandung gas (kol, sawi, minuman bersoda)
  • Hindari dahulu konsumsi coklat, keju, kopi atau teh.
  • Makan sedikit-sedikit namun sering (porsi kecil dan sering) bisa hingga 5x dalam sehari
  • Makanlah dengan teratur. 
  • Usahakan dalam diet makanan yang sehat, banyak sayur dan buah, serta karbohidrat, lemak yang sehat (hindari makanan siap saji dan daging olahan seperti sosis, chicken nugget, hot dog)
  • Hindari stres psikologis, coba alihkan ke kegiatan lain bila stres memang sangat mengganggu. 

Obat-obatan untuk menetralkan asam lambung atau mengurangi nyeri ulu hati diantaranya adalah antasida, golongan penyekat reseptor H2, dan penghambat kanal proton. Akan tetapi penggunaan obat-obatan sebaiknya berdasarkan saran dokter terlebih dahulu. 

Merujuk pada pertanyaan di atas, Anda mengatakan mengalami penyakit amandel. Amandel atau dikenal dengan nama tonsil adalah jaringan limfoid yang berlokasi di beberapa tempat dalam rongga mulut dan rongga faring. Fungsi dari tonsil adalah melawan infeksi di dalam tubuh,khususnya pada daerah mulut baik yang disebabkan oleh virus , jamur maupun bakteri dengan cara membantu tubuh memproduksi antibodi untuk membantu melawan infeksi. Saat terjadi infeksi, tonsil bekerja lebih keras untuk melawan infeksi tersebut sehingga terjadi pembesaran maupun peradangan tonsil yang disebut dengan tonsillitis. Gejala umum tonsillitis adalah nyeri tenggorok dan demam. Pada tenggorok dan tonsil biasanya terlihat merah dan membengkak. Pada tonsil dapat terlihat nanah yang menutupi secara penuh ataupun bercak-bercak.

Tonsilitis yang disebabkan oleh virus akan menghilang dengan sendirinya. Pengobatan akan bertujuan untuk membantu Anda merasa lebih nyaman. Bila, tonsillitis ini terjadi berulangkali, atau tidak membaik dengan pengobatan serta mengganggu aktivitas sehari-hari, maka operasi pengangkatan tonsil/tonsilektomi adalah pilihan yang tepat. Infeksi pada tonsil yang disarankan untuk melakukan operasi umumnya disebabkan oleh kuman Streptococcus.

Operasi tonsil dilakukan pada pasien dengan:

  • Tonsilitis akut dengan episode berulang
  • Tonsilitis kronik yang persisten dan menyebabkan nyeri tenggorokan
  • Terdapat keluhan henti napas saat tidur/sleep apneu (sumbatan saluran napas akibat tonsil yang membesar)
  • Sulit menelan akibat tonsil yang membesar
  • Tonsil yang sangat besar dengan kripta (bercelah atau cekungan)

Jadi tidak semua tonsilitis dioperasi. Pembesaran tonsil dan adenoid dapat dicegah dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh, menghindari pencetus alergi, dan menghindari zat yang merangsang pembesaran tonsil dan adenoid seperti MSG dan dingin. Apabila terdapat peradangan baik faring maupun tonsil, dapat diatasi dengan obat-obatan, baik antiradang, batuk, atau antibiotik bila perlu. Akan tetapi obat-obatan tersebut dikonsumsi berdasarkan saran dokter, khususnya dokter spesialis THT, sehingga bila keluhan amandel dirasa sangat mengganggu, kami sarankan Anda memeriksakan diri ke dokter.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam. 

0 Komentar

Belum ada komentar