Sukses

Mencegah Kehamilan Kosong Berulang

17 Mar 2017, 20:50 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok saya sudah 2x hamil dan sllu berakhir dg kguguran krna janin tidak brkembng. Kguguran yang pertama 13 Juni 2016 dg usia kandungan 10 mggu tpi janin tetp tidak terlihat (tanpa kuret / janin keluar sendiri) kmudian setelah 3 bulan tepatnya Oktober 2016 saya kmbli hamil, namun setelah 8 mggu, dokter kembali menyatakan klo saya BO, dan akhirnya 09 Desember 2016 aku dikuret. Setelah kuret kata dokter harus kosong dulu slma 3 bulan, jdi skrg saya KB pakai Pil. Pertanyaannya apa yang harus saya siapkan agar kehamilan selanjutnya tidak kosong lgi, dan tetap sehat? Kmudian bahaya kah penggunaan PIL KB ini utk sel telur saya nanti, soalnya sblm hamil yang prtma saya pakai KB jg Dok. Sblm nya terima kasih atas jawabannya.

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter. 

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Blighted ovum atau kehamilan kosong terjadi ketika sel telur yang dibuahi tertanam dalam rahim, namun tidak berkembang menjadi embrio. Pada saat terjadi pembuahan, sel-sel tetap membentuk kantung ketuban, plasenta, namun telur yang telah dibuahi (konsepsi) tidak berkembang menjadi sebuah embrio, hal ini juga disebut sebagai kehamilan anembryonic (tanpa embrio) dan merupakan penyebab utama kegagalan awal kehamilan atau keguguran.

Blighted ovum didiagnosis berdasarkan hasil USG dimana dokter OBGIN menemukan adanya kehamilan kosong di dalam rahim ibu. Meski tidak ada janin, Blighted ovum bisa membuat ibu merasa hamil sungguhan, karena memang kantung kehamilan berkembang seperti biasa. Ibu memang mengalami beberapa gejala kehamilan, seperti menstruasi terhenti, mengalami mual dan muntah, perut makin membesar dan payudara mengeras. Bahkan hasil pemeriksaan air seni melalui test pack maupun laboratorium, bisa saja menunjukkan hasil positif, namun juga bisa negatif.

Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase) seperti yang telah Anda alami sebelumnya. Hasil kuretase akan dianalisa untuk memastikan apa penyebab Blighted ovum lalu mengatasi penyebabnya untuk mempersiapkan kehamilan berikutnya. Jika penyebabnya infeksi maka dapat diobati agar tidak berulang. Jika penyebabnya antibodi maka dapat dilakukan program imunoterapi. Biasanya akan disarankan agar tidak hamil dulu selama 3 bulan pascakuret agar rahim benar-benar sehat dan siap untuk kehamilan berikutnya. 

Bagaimana mencegah agar kehamilan kosong tidak terjadi lagi? Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Melakukan pola hidup sehat, diantaranya adalah dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin yang sesuai dengan kebutuhan, istirahat cukup, dan berolahraga teratur.
  • Menghentikan kebiasaan yang merugikan kesehatan seperti merokok (baik aktif maupun pasif), minum alkohol, konsumsi obat-obatan terlarang.
  • The Center for Disease Control (CDC) menyarankan wanita yang berencana untuk hamil mengonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari untuk mengurangi risiko gangguan perkembangan otak janin.
  • Hindari stres psikologis dan beban pikiran. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa stres psikologis, kecemasan, dan depresi mempengaruhi hormon-hormon yang mengatur kesuburan. Jalani hidup dengan santai dan bahagia.

Hal tersebut di atas sebaiknya dilakukan baik oleh pihak istri maupun suami. Bila perlu, lakukan pemeriksaan kromosom untuk mengetahui apakah terdapat kelainan kromosom yang dapat menjadi penyebab blighted ovum. Tentu pemeriksaan ini dilakukan atas saran dokter. Oleh karena itu, lakukan kontrol rutin ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang menangani Anda. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam. 

0 Komentar

Belum ada komentar