Sukses

Sifilis dan Kehamilan

17 Mar 2017, 20:50 WIB
Pria, 20 tahun.

Saya sudah menikah dan saat ini saya baru hamil usia 3 bulan/ jln 4 bln. Saya sering kepikiran masalah kandungan saya. Karna dulu saya mempunyai riwayat sakit sifilis.. kurang lebih satu th yg lalu.. namun prnh saya kedokter . Dokter bilang semua negatif.. pnykit itu udh tiada.. namun apa saya sekarang perlu cek lagi untuk memastikan penyakit itu masih ada atau tidak. Karna saya takut berdampak pada janin saya.

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter. 

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sifilis atau yang disebut dengan 'raja singa' disebabkan oleh sejenis bakteri yang bernama Treponema pallidum. Bakteri ini memiliki ukuran yang sangat kecil dan dapat hidup hampir diseluruh bagian tubuh. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya vagina, mulut atau melalui kulit). Sifilis dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui hubungan genito-genital (kelamin-kelamin) maupu oro-genital (seks oral). Infeksi ini juga dapat ditularkan oleh seorang ibu kepada bayinya selama masa kehamilan. 

Gejala sifilis biasanya mulai timbul dalam waktu 1 - 13 minggu setelah terinfeksi; rata-rata 3 - 4 minggu. Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak mengalami keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan. Kehamilan sendiri tidak mempengaruhi perjalanan penyakit sifilis, tetapi sifilis sangat mempengaruhi kehamilan karena dapat menyebabkan keguguran, persalinan kurang bulan, kematian anak dalam rahim, dan anak lahir dengan cacat bawaan (kongenital). 

Sifilis terdiri dari empat stadium. Stadium 1 adalah stadium yang paling menular pada ibu hamil. Tanda dan gejalanya adalah adanya luka pada kelamin yang tidak terasa nyeri. Apabila di stadium 1 tidak diobati dengan tuntas, maka akan berkembang menjadi stadium berikutnya. 

Merujuk kepada pertanyaan Anda, Anda terinfeksi sifilis setahun yang lalu dan sudah menjalani pengobatan dan dinyatakan sembuh oleh dokter. Pada dasarnya, semakin jauh jarak antara terjadinya infeksi dengan kehamilan, semakin kecil kemungkinan terjadi penularan pada anak. Akan tetapi, untuk meyakinkan Anda dapat melakukan evaluasi terhadap pengobatan sifilis melalui pemeriksaan titer VDRL pada 1, 3, 6, dan 12 bulan setelah pengobatan. Jika setelah dua tahun pasca pengobatan, titer negatif maka dapat dikatakan sembuh. Tentunya pemeriksaan ini dilakukan atas saran dokter yang memeriksa Anda. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang merawat Anda untuk dilakukan evaluasi pengobatan sifilis, bila memang diperlukan. Jangan lupa untuk terus melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, untuk memantau kondisi janin dan kehamilan Anda. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga menjawab kekhawatiran Anda. 

 

Salam. 

0 Komentar

Belum ada komentar