Sukses

Penyebab Nafas Berbau

17 Mar 2017, 16:14 WIB
Pria, 19 tahun.

Selama 7 tahun nafas saya bau, bagaimana cara menghilangkannya?

Terimakasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter.

Sebagian besar nafas yang berbau bermula pada masalah di dalam mulut. Terdapat juga berbagai penyebab, yaitu:

  • Makanan. Makanan yang mtertinggal di dalam gigi dapat meningkatkan jumlah bakteri dan menyebabkan bau. Konsumsi makanan tertentu seperti bawang bombay, bawang putih, dan bumbu-bumbu lainnya juga dapat menyebabkan nafas berbau. Setelah Anda mencerna makanan-makanan ini, zat-zat di dalamnya akan dialirkan ke seluruh tubuh dan akhirnya sampai di paru dan mempengaruhi nafas Anda.
  • Merokok. Merokok menyebabkan bau mulut yang khas. Selain itu merokok juga meningkatkan risiko penyakit paada gusi, yang juga menambah nafas semakin berbau.
  • Kebersihan gigi yang kurang. Bila Anda tidak membersihkan gigi secara rutin, makanan dapat tertinggal di dalam mulut dan menyebabkan nafas berbau. Ini akan menyebabkan jumlah bakteri meningkat dan membentuk lapisan di luar gigi. Jika tidak segera dibersihkan, lapisan ini dapat menyebabkan periodontitis, infeksi gusi dan seikitarnya. Lidah juga perlu dibersihkan secara teratur karena bakteri dapat terperangkap di dalamnya.
  • Mulut kering. Ludah membantu membersihkan rongga mulut. Bila produksinya kurang, akan menyebabkan mulut kering atau xerostomia. Secara alami, mulut kering terjadi ketika tidur, dan karena itu umumnya nafas pada pagi hari lebih berbau dan lebih terasa ketika mulut terbuka. Kondisi mulut kering yang kronis mungkin disebabkan oleh gangguan pada kelenjar ludah dan penyakit lainnya.
  • Obat-obatan tertentu membuat mulut kering yang akhirnya membuat nafas berbau.
  • Infeksi mulut. Prosedur gigi seperti cabut gigi atau operasi gigi yang memunculkan luka pasca operasi dapat terinfeksi dan menyebabkan nafas berbau.
  • Penyakit mulut, hidung, tenggorok lainnya. Nafas berbau dapat disebabkan oleh granul-granul yang terbentuk di tonsil (amandel). Infeksi atau peradangan kronik di hidung, sinus, dan tenggorok, juga dapat menimbulkan nafas berbau.
  • Sebab lain seperti penyakit kanker, GERD, dan gangguan metabolik dapat menyebabkan nafas berbau. 

Apakah Anda sudah pernah ke dokter atau dokter gigi untuk mengatasi kondisi ini? Bila Anda memiliki nafas yang berbau, coba perhatikan bagaimana kebersihan mulut dan gigi Anda. Berikut beberapa saran kebersihan mulut dan gigi:

  • Sikat gigi dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  • Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
  • Pembersihan permukaan lidah secara teratur. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan sikat gigi yang lembut atau kassa.
  • Pemakaian obat kumur anti bakteri untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dalam mulut, misalnya obat kumur yang mengandung chlorhexidine. Lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi Anda dalam penggunaan obat kumur tersebut.
  • Scaling (pembersihan karang gigi).
  • Perbaikan dan penambalan gigi-gigi yang berlubang.
  • Berhenti merokok
  • Pada kasus-kasus xerostomia tertentu, dokter gigi mungkin akan memberikan saliva buatan. Perbanyak minum air putih dan konsumsi sayuran serta buah-buahan.
  • Lakukan kunjungan secara teratur ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk kontrol rutin dan pembersihan.

Bila nafas berbau masih ada setelah melakukan cara-cara di atas, mungkin penyebabnya bukan dari gigi dan karena itu sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Kami sertakan pula beberapa artikel untuk menambah informasi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar