Sukses

Endometriosis Berulang, Perlukah Pengangkatan Rahim?

17 Mar 2017, 13:31 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dok sy mau tanya, sy prnh operasi endometriosis, tp tumbuh lagi setelah 2th & skrg ada adenomiosis jg, slh 1 dr. Menyarankan utk HT, & dr. Lain menyarankan suntik tapros (ke-3) sj untk mengecilkan endonya dgn alasan jika HT & indung telur dipertahankan mk msh ada kemungkinan akan tumbuh endonya lagi & sy msh akan merasakan nyeri hebat spt saat haid. Sy 27th & memiliki 1 anak dok. Jd apa yg harus sy lakukan, mengingat stiap bln 1-2minggu waktu sy tersita dikamar merasakan nyeri yg luar biasa tp disisi lain sy takut bila HT total. Mohon jawabannya, tmksh

Terima kasih telah menggunakan layanana e-Konsultasi Tanya Dokter

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda

Terapi endometriosis untuk tiap orang berbeda-beda,Terapinya tergantung pada keparahan penyakit dan kebutuhan pasien. Tentunya yang paling mengetahui kondisi Anda ialah dokter yang memeriksa Anda secara langsung.

Anda bersama dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang menangani anda dapat mendiskusikan pilihan terapi yang paling baik, jika memang kista tersebut muncul kembali. Jika diagnosis dapat dilakukan secara cepat, saat kista masih berukuran kecil, mungkin hanya perlu dilakukan terapi hormonal. Sedangkan jika menunggu tanpa dilakukan terapi apapun, bisa saja kista tersebut semakin membesar dan pada akhirnya harus dilakukan operasi juga untuk mengangkat indung telur.

Sekitar 20-40% pasien yang mengalami endometriosis mengalami kekambuhan dalam jangkan waktu 5 tahun. Penggunaan kontrasepsi oral dan terapi penekan hormon lainnya dapat menurunkan kemungkinan terjadinya kekambuhan.

Pemilihan terapi endometriosis dikembalikan lagi kepada keparahan penyakit, usia pasien, efek samping, biaya dan kesuburan pasien. Hal ini harus dipikirkan matang-matang oleh dokter dan juga pasien.

Obat yang Anda tanyakan mengandung Leuprolide Acetate yang merupakan agonis GnRH. Obat ini merupakan pilihan lini utama untuk menangani endomteriosis sedang-berat. GnRH agonis dapat mengurangi gejala nyeri dan progresivitas endometriosis. Kekurangannya ialah pada penggunaan jangka panjang, obat ini bukanlah obat yang murah sehingga memerlukan biaya lebih jika digunakan dalam jangka panjang, selain itu juga dapat muncul efek seperti kkeringan vagina dan tulang rapuh akibat kadar estrogen yang menurun. Namun seringkali efek samping ini dapat dikurangi dengan menggunakan obat hormonal tambahan.

Sedangkan histerektomi dengan atau tanpa pengangkatan indung telur, dilakukan untuk mengatasi endometriosis pada pasien dengan keluhan nyeri panggul atau massa disekitarnya yang sudah tidak berencana memiliki anak lagi.  Untuk wanita usia subur seperti Anda jika memilih untuk dilakukan histerektomi, memang disarankan untuk melakukan histerektomi (operasi pengangkatan rahim) tanpa pengangkatan indung telur, karena jika dilakukan pengangkatan indung telur maka akan terjadi gejala menopause dini. 

 

Kami tidak dapat menentukan terapi mana yang tepat bagi Anda. Apakah Anda masih berniat memiliki momongan kembali atau tidak? Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi ulang dengan dokter kandungan dan kebidanan yang menangani Anda mengenai keluhan yang Anda alami termasuk hasil operasi, karena hal tersebut merupakan hak pasien.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar