Sukses

Seputar Cangkok Darah Atau Transplantasi Sumsum Tulang

17 Mar 2017, 10:10 WIB
Pria, 16 tahun.

dok mau nanya gimana sih teknik cangkok darah tuh ? mksh

Terimakasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter.

Cangkok darah disebut dengan transplantasi sumsum tulang atau bone marrow transplantation. Prosedur ini merupakan prosedur dimana sumsum tulang yang rusak digantikan dengan sumsum tulang yang sehat.

Sumsum tulang yang rusak dapat disebabkan oleh dosis tinggi kemoterapi atau terapi radiasi. Selain itu, transplantasi sumsum tulang juga berguna untuk mengganti sel-sel darah yang rusak karena kanker. Transplantasi sumsum tulang dapat menggunakan sumsum tulang pasien sendiri yang masih sehat. Hal ini disebut transplantasi sumsum tulang autologus.

Transplantasi sumsum tulang juga dapat diperoleh dari orang lain. Bila didapat dari kembar identik, dinamakan transplantasi syngeneic. Sedangkan bila didapat dari bukan kembar identik, misalnya dari saudara kandung, dinamakan transplantasi allogenik. Sekarang ini, transplantasi sumsum tulang paling sering dilakukan secara allogenik.

Pada pasien yang mengalami kanker darah, transplantasi sumsum tulang diberikan agar pasien dapat diberikan pengobatan dengan kemoterapi dosis tinggi dan atau terapi radiasi.

Kemoterapi dan terapi radiasi akan mematikan sel-sel yang membelah diri secara cepat. Kedua metode ini digunakan karena sel kanker membelah diri lebih cepat dibandingkan sel normal. Namun, karena sel sumsum tulang juga cepat membelah diri, pengobatan dengan dosis tinggi dapat merusak sel-sel sumsum tulang tersebut. Tanpa sumsum tulang yang sehat, pasien tidak dapat mengejar produksi sel-sel darah yang diperlukan. Sumsum tulang sehat yang ditransplantasikan dapat mengembalikan kemampuan produksi sel-sel darah yang diperlukan.

Efek samping transplantasi sumsum tulang tetap ada, yaitu kemungkinan infeksi dan juga kemungkinan perdarahan karena pengobatan kanker dosis tinggi. Hal ini dapat ditanggulangi dengan pemberian antibiotik ataupun transfusi darah untuk mencegah anemia. Bagi pendonor, walaupun kemungkinannya kecil dapat terjadi kerusakan jaringan sekitar saat pengambilan sumsum tulang dan juga terdapat risiko infeksi di sekitar area pengambilan.

Apabila berhasil dilakukan transplantasi sumsum tulang, salah satu sumber menyebutkan kemungkinan pasien sembuh sebesar 70-80%, tapi masih memungkinkan untuk kambuh lagi. Akan tetapi angka ini sangat dipengaruhi oleh kondisi awal sebelum dilakukan transplantasi sumsum tulang dan respon tubuh setelah dilakukan transplantasi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam, 
Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar