Sukses

Nyeri Dada Kanan Saat Menarik Nafas

17 Mar 2017, 09:27 WIB
Pria, 27 tahun.

Permisi sebelumnya saya ingin bertanya. Pada pertengahan januari saya mengalami gejala berupa demam yang tidak terlalu tinggi tetapi tidak kunjung sembuh dan juga susah bernapas ketika tidur dengan posisi miring ke kanan, selain itu juga dada kanan bagian bawah terasa nyeri ketika menguap atau bersin. Kemudian setelah melakukan beberapa tes hasilnya adalah LED tinggi, terjadi efusi pleura pada paru kanan (550cc), dan bercak khas TB pada paru kanan bagian atas. Sejak awal saya tidak batuk sehingga juga tidak ada dahak. Hasil mantoux test positif (indurasi 25mm). Cairan akibat efusi pleura sudah disedot keluar, pengobatan dengan obat TB (Pro TB 4) sudah berjalan hampir 2 bulan, saya sudah tidak pernah demam lagi, tidak batuk, kondisi tubuh juga sangat bagus. Saya laki-laki 27 tahun. Satu-satunya keluhan yang saya alami dan hendak saya tanyakan adalah dada saya sebelah kanan masih nyeri ketika menarik napas panjang, menguap atau bersin, tetapi sudah berkurang dibanding minggu-minggu sebelum sekarang. Apakah nyeri tersebut normal? dan apakah nyeri tersebut diakibatkan efusi pleura dan penyedotan cairannya yang sebelumnya terjadi? Terimakasih banyak sebelumnya

Terimakasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter.

Kami turut berbahagia atas perbaikan kondisi Anda setelah memulai pengobatan TB paru. Kiranya Anda dapat meneruskan pengobatan ini hingga tuntas dan sembuh.

Mengenai nyeri dada saat menarik nafas, ini disebabkan karena sebelumnya terjadi peradangan pada selaput paru kanan akibat infeksi TB. Peradangan ini disebut dengan pleuritis. Nyeri pada pleuritis berbeda dengan nyeri dada pada penyakit jantung. Nyeri dada pada pleuritis lebih berupa nyeri tajam atau rasa seperti ditusuk/disayat ketika menarik nafas menguap atau bersin (ketika ada tekanan lebih pada dada/diafragma). Kuman TB nya mungkin sudah mulai 'bersih', namun peradangan yang terjadi akibat infeksinya masih belum hilang total. Keluhan ini akan menghilang perlahan-lahan seiring dengan meredanya peradangan yang terjadi.

Namun, bila Anda merasa nyeri tak kunjung hilang atau malah semakin menjadi, segera konsultasikan dengan dokter yang merawat Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar