Sukses

Jika Bayi Menolak MPASI

17 Mar 2017, 03:05 WIB
Wanita, 30 tahun.

Dok, bayi saya usia 7 bln dgn bb 9,2 kg dan selama ini asi ekslusif. Tp kenapa dia menolak mpasi ya? Kalo disuapin pasti dilepeh atau ga mulutnya ditutup rapat. Kalopun masuk mulut biasanya akan muntah. Sudah saya kenalkan mpasi dari usia 6 bln dan berbagai makanan jg sudah saya coba tp msh aja menolak. Terimakasih untuk jawabannya dok

Terimakasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Untuk bayi 7 bulan dengan berat badan 9,2 kg termasuk normal. MPASI di bulan-bulan awal masih bersifat perkenalan, dan ASI masih memberikan kecukupan kalori per hari hingga 70% sampai bayi berusia 8 bulan.

Sulit makan pada bayi yang baru memulai MPASI merupakan hal yang wajar. Di samping itu jika ia sedang tumbuh gigi, konsumsi makanan padat dapat membuatnya kurang nyaman. Tetapi ini biasanya hanya terjadi sementara saja dan bisa diatasi dengan menurunkan (jadi lebih lunak/lembut) atau menaikkan (lebih keras/kasar) tekstur makanan sesuai keinginan bayi. 

Bila terjadi berkelanjutan, kemungkinan terdapat hal-hal lain yang menyebabkan anak sulit makan.

Sering dianggap bahwa solusi sulit makan adalah dengan memberikan vitamin/suplemen penambah nafsu makan. Hal ini tentunya tidak akan mengatasi penyebab sulit makan yang sesungguhnya. Masalah yang sering terjadi ketika anak sulit makan adalah anak hanya mau makan makanan cair/lumat karena sulit mengunyah/menelan, anak langsung menangis atau berlari menjauh saat melihat sendok atau piring, anak menyemburkan makanan serta keterlambatan untuk makan secara mandiri.

Penyebab sulit makan sangat bervariasi, antara lain:

  • Penyakit/kelainan organik yang mendasari
  • Interaksi dan faktor lingkungan dalam keluarga yang kurang mendukung
  • Pemberian makanan yang kurang tepat, baik komposisi, tekstur maupun tatacara pemberiannya.

Apabila anak mengalami kesulitan makan ada beberapa hal yang perlu dilakukan, sesuai dengan feeding rules menurut Bonnin, yaitu:

Jadwal

  •  Jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur
  • Pemberian makan sebaiknya tidak > 30 menit
  • Jangan menawarkan camilan yang lain saat makan kecuali minum

Lingkungan

  • Lingkungan yang menyenangkan (tidak boleh ada paksaan untuk makan)
  • Siapkan serbet untuk alas makan agar tidak berantakan
  • Tidak ada distraksi (mainan, televisi, perangkat permainan elektronik) saat makan
  • Jangan memberikan makanan sebagai hadiah

Prosedur

  • Berikan makanan dalam porsi kecil
  • Berikan makanan utama dulu, baru diakhiri dengan minum
  • Dorong anak untuk makan sendiri
  • Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, menangis), tawarkan kembali makanan secara netral, yaitu tanpa membujuk ataupun memaksa
  • Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, akhiri proses makan
  • Hanya boleh membersihkan mulut anak jika makan sudah selesai

Membujuk atau menenangkan anak dengan berbagai cara supaya anak mau makan akan mengganggu konsentrasi makan anak, karena itu sebaiknya tidak dilakukan. Sering juga orangtua menggantinya dengan susu formula bila anak tidak mau makan. Cara ini membuat anak selalu kenyang dan semakin sulit mengenal perilaku makan yang benar.

Pencegahan sulit makan sejak dini adalah dengan menerapkan aturan makan (feeding behavior) yang tepat dengan mengacu pada aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. Selain itu, juga harus memenuhi 4 syarat berikut, yaitu:

  • Tepat waktu disaat ASI tidak lagi mencukupi kebutuhan nutrisi bayi.
  • Memenuhi kebutuhan gizi sesuai usia bayi.
  • Aman dalam penyajian serta penyimpanannya.
  • Makanan diberikan dengan cara yang benar dengan memperhatikan sinyal lapar dan kenyang seorang anak.

Dengan menerapkan hal-hal di atas diharapkah masalah sulit makan pada bayi dan anak dapat teratasi. Namun bila anak tetap sulit makan, disarankan untuk berkonsultasi kepada ahli gizi atau dokter anak.

Kami sertakan pula beberapa artikel untuk menambah informasi Anda:

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (FA)

Salam,
Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar