Sukses

Efek Samping Obat Asma

16 Mar 2017, 14:03 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok, saya penderita asma mulai dari umur 10 tahun. Setiap hari saya mengonsumsi obat asma Hingga saat ini. Saya mengkhawatirkan jika ginjal/jantung saya rusak karena mengonsumsi obat-obatan setiap hari. Sesudah saya minum obat tersebut, badan saya menjadi lemas, dada nyeri serta sakit kepala, saya sangat khawatir. Dan keluhan saya lagi, hidung saya sangat sensitive jika mencium bau yang menyengat, ataupun saat cuaca dingin langsung pilek disertai lendir yang banyak, serta langit-langit mulut saya sangat terasa sakit, dan kepala juga sakit hingga pilek saya mengeluarkan darah, tidak terlalu banyak tetapi bercampur dg lendir tsb. Hampir setiap malam saya merasakan hal tersebut.

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.

Penyakit asma disebabkan oleh banyak faktor, dan benar salah satunya dipengaruhi oleh genetik. Namun penyakit ini tidak menular. Izinkan kami menjelaskan tentang penyakit asma ini.

Asma adalah penyakit kronis (berlangsung lama) yang ditandai oleh sesak napas disertai bunyi ngik-ngik (mengi) dan / atau batuk persisten dimana derajat keparahan setiap orang berbeda-beda. Pada saat serangan yang terjadi adalah menyempitnya jalan napas kita akibat dari pengerutan bronkus yang menyebabkan udara sulit keluar masuk paru.

Secara umum gejala asma adalah sesak napas, batuk berdahak dan suara napas yang berbunyi ngik-ngik atau mengidimana seringnya gejala ini timbul pada pagi hari menjelang waktu subuh, hal ini karena pengaruh keseimbangan hormon kortisol yang kadarnya rendah ketika pagi dan berbagai faktor lainnya. Faktor genetik merupakan faktor yang tidak dapat dimodifikasi.

Asma tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah dan dapat dikontrol dengan tata laksana yang tepat. Intinya adalah setiap pasien harus mengetahui secara pasti apa saja yang membuat asmanya kambuh, langkah selanjutnya adalah menghindari faktor tersebut agar tidak kambuh. Untuk penanganannya, perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lebih lanjut.

Penyebab dari asma belum sepenuhnya dimengerti. Namun faktor risiko yang dapat mencetuskan timbulnya asma adalah, alergen (zat yang menyebakan alergi),infeksi, cuaca, kegiatan jasmani dan iritan. Asma tidak dapat disembuhkan, namun dapat di kontrol dengan tata laksana yang tepat.

Beberapa zat atau bahan yang dapat mencetuskan timbulnya serangan adalah;

Benda-benda dalam ruangan (tungau debu rumah dalam kasur, karpet, dan perabotan kotor dan bulu binatang)

Benda-benda di luar ruangan (polusi, asap buangan pabrik)

Asap rokok

Refluks gastroesofagus (sering muntah)

Udara dingin, emosi yang berlebihan seperti marah atau ketakutan dan olahraga juga dapat mencetuskan serangan asma. Bahkan beberapa obat seperti aspirin dan obat anti inflamasi lainnya dan beta bloker juga dapat mencetuskan serangan.

Pengobatan asma secara cepat/jangka pendek yaitu dengan menggunakan obat pelega saluran pernafasan seperti inhaler dan nebulizer yang berfungsi menghentikan serangan asma. Pengobatan jangka panjang yang berfungsi untuk mencegah terjadinya serangan asma adalah dengan menggunakan obat-obatan seperti steroid berfungsi untuk tetap membuat saluran pernafasan terbuka dan mengurangi pembengkakan.

Efek samping obat asma:

Obat apa yang Anda gunakan? Obat asma terutama salbutamol dan aminofilin dapat menimbulkan efek samping berupa berdebar-debar, gemetaran, pusing, lemas, mulut kering (utk obat inhalasi). Jika memang gejala tersebut sangat mengganggu sebaiknya dihentikan dan konsultasikan dengan dokter Anda. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar