Sukses

Seminggu Migrain, Harus Bagaimana

16 Mar 2017, 11:11 WIB
Pria, 47 tahun.

Dokter. Istri saya usia 43 /160cm/50kg Perokok Sudah seminggu ini migrain bagian kanan. Saat ini sedang flu dan batuk. Sudah minum obat sakit kepala fsn sudah diberi koyo & counterpain di bagian yg penat tapi tidak ada perubahan. Mohon saran Terima kasih Ebes

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Penyebab migrain sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sebagian besar meyakini berhubungan dengan faktor lingkungan dan genetik. 60% penderita migrain akan merasakan sakit kepala sebelah dan berdenyut. Di samping sakit kepala, biasanya penderita migrain juga dapat mengalami gangguan penglihatan (seperti sakit saat melihat cahaya), adanya scintillating scotoma (sebuah area peralihan parsial dalam lapang pandang yang berkelip-kelip/bergerak-gerak seperti yang Anda rasakan saat ini atau gangguan fungsi sensoris lainnya (seperti baal atau kesemutan pada kaki). Apabila gejala tersebut ada beberapa saat muncui sebelum mengalami sakit kepala, yang dikenal dengan istilah aura. Namun, tidak semua penderita migrain mengalami aura sebelum sakit kepala muncul, hanya sekitar 35% migrain yang disertai dengan aura. Migrain yang disertai munculnya aura dinamakan migrain klasik.

Penderita migrain biasanya akan mengalami sakit kepala selama 4-72 jam. Sakit kepala ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, dan dapat hilang timbul. Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti stres, kebisingan, cahaya yang terlalu terang, kepanasan, kelelahan, PMS (sindrom pra-menstruasi), lapar, atau makanan tertentu.

Cobalah untuk memperhatikan makanan Anda. Beberapa makanan yang diidentifikasi menjadi pencetus migraine adalah :

Makanan yang banyak mengandung Thyramine (keju,red wine)
Makanan yang mengandung Monosodium Glutamate (MSG) seperti makanan China dan Meksiko
Makanan yang mengandung Nitrat (bologna, salami, smoked meat)
Makanan yang difermentasi
Alkohol (red wine)
Caffeinated (softdrink, teh, kopi)

Kami menyarankan Anda untuk berobat ke dokter spesialis saraf untuk memastikan diagnosis Anda. Bila diperlukan, akan dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI kepala. Jika sudah ditegakkan diagnosis pasti, barulah terapi dapat diberikan dengan tepat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,
AWK

0 Komentar

Belum ada komentar