Sukses

Belum Menstruasi Usia 20 Tahun

15 Mar 2017, 14:48 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok.. saya ingin menanyakan saya belom menstruasi padahal sudah 20 tahun.. saya sudah cek ke dokter kandungan dan melakukan tes hormon. Dan hormon saya perempuan.. masalahnya karna rahim saya kering dan kecil makanya saya blom menstruasi.. namun saya kawatir apakah saya memiliki lobang vagina dok? Tolong di jawab ya dok makasih

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan.

Kondisi tidak terjadinya menstruasi pada seorang wanita disebut dengan amenorea. Hal tersebut normal terjadi pada masa sebelum pubertas, kehamilan dan menyusui, dan setelah menopause. Siklus menstruasi normal meliputi interaksi antara komplek hipotalamus-hipofisis-aksis indung telur serta organ reproduksi yang sehat. Amenorea sendiri terbagi dua, yaitu:

Amenorea primer
Amenorea primer adalah keadaan tidak terjadinya menstruasi pada wanita usia 16 tahun. Amenorea primer terjadi pada 0.1 – 2.5% wanita usia reproduksi

Amenorea sekunder
Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea <jumlah darah menstruasi sedikit>), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa. Angka kejadian berkisar antara 1 – 5%

Kondisi yang Anda alami saat ini disebut dengan amenorea primer karena sampai usia 20 tahun masih juga belum mendapatkan menstruasi. Penyebab tersering dari amenorea primer adalah:

Pubertas terlambat
Kegagalan dari fungsi indung telur
Agenesis uterovaginal (tidak tumbuhnya organ rahim dan vagina)
Gangguan pada susunan saraf pusat
Himen imperforata yang menyebabkan sumbatan keluarnya darah menstruasi dapat dipikirkan apabila wanita memiliki rahim dan vagina normal

Pada amenorea primer, apabila didapatkan adanya perkembangan seksual sekunder (pertumbuhan payudara, pertumbuhan rambut pubis) maka diperlukan pemeriksaan organ dalam reproduksi (indung telur, rahim, perlekatan dalam rahim) melalui pemeriksaan USG, histerosalpingografi, histeroskopi, dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Apabila tidak didapatkan tanda-tanda perkembangan seksualitas sekunder maka diperlukan pemeriksaan kadar hormon FSH dan LH.

Terapi akan disesuaikan dengan penyebab dari amenorea tersebut. Berkonsultasilah ke dokter kebidanan yang menangani Anda mengenai dugaan apa yang menyebabkan kondisi amenorea tersebut. Ikutilah petunjuknya dan kontrol teratur ke dokter tersebut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar