Sukses

Jarang Mengganti Celana Dalam

15 Mar 2017, 12:46 WIB
Pria, 39 tahun.

dok saya barusan membaca kilasan tentang penyakit yg di sebabkan krn tidak menganty celana dalam 1 kali sehari,penyakit yg di derita antara lain kn da yg keluar manah dr kemaluan (spilis) penyakit tu bukanya krn gonta ganti pasangan dok??? tau sex bebas,bedanya pa dok antara penyakit krn sex bebas & krn sering ganty celana dalam 1 kali sehary??? mohon penjelasanya krn q jg sering ganty celana dalam ga pasty dok dikarenakan saya sering naik gunung jd jarang ganty celana dalam mandy pun jarang krn di gunung jarang da air dok

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter.

Saudara yang terhormat, penykit Sifilis memang ditularkan melalui hubungan seksual, bukan karena kebiasaan jarang mengganti  celana dalam. 

Namun demikian, kebiasaan jarang mengganti celana dalam juga bukan hal yang baik.

Apa saja bahaya yang mengintai di balik kebiasaan ini? Berikut 3 di antaranya:

Gatal dan kemerahan

Sama dengan area lain di tubuh, kulit kemaluan juga mengalami regenerasi dan pengelupasan lapisan terluar dengan teratur. Tanpa disadari, sebagian kulit yang mengelupas tersebut akan menumpuk di celana dalam.

Bila tidak diganti secara rutin, maka area segitiga kemaluan akan lembap, gatal, dan mudah iritasi. Bila dibiarkan, lama-kemalaan area tersebut akan menjadi kemerahan. Ini merupakan tanda bahwa lapisan kulit tersebut sudah mulai terganggu kesehatannya.

Keputihan berbau

Mengganti celana dalam hanya sehari sekali akan membuat daerah lipat paha dan kemaluan lebih lembap. Akibatnya, bakteri dan jamur lebih mudah untuk berkembang biak.

Pada wanita, kondisi tersebut menyebabkan keputihan berbau dan sangat mengganggu. Sedangkan pada pria bisa menyebabkan rasa gatal yang sangat hebat.

Tak hanya itu, bila kemudian kumpulan bakteri juga ikut ‘menumpang’ di sana, maka kulit jadi mengelupas dan nyeri. Hal terburuk? Nanah yang tidak bisa dihindari lagi.

Infeksi saluran kencing

Infeksi akibat tidak mengganti celana dalam juga dapat menyebar ke saluran kencing. Dalam dunia medis, kejadian ini dikenal dengan sebutan ascending infection atau infeksi yang merayap naik ke saluran lebih atas, ke arah ginjal.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar