Sukses

Merencanakan Kehamilan Sehat

15 Mar 2017, 11:47 WIB
Wanita, 26 tahun.

Selamat malam dok,saya mau tanya anak pertama saya terlahir kurang sempurna dan meninggal dunia . Apakah itu akan terjadi dikehamilan saya berikutnya ??apakah ada pengaruh karena faktor genetik ?? Terimakasih untuk jawabannya

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kami turut berduka cita atas apa yang Anda alami saat ini. Kami akan coba menjelaskan terkait pertanyaan Anda. 

Kematian janin dalam kandungan biasanya dibagi menjadi 2 bagian: kematian janin pada triwulan pertama, serta kematian janin pada triwulan dua dan tiga.

Kematian janin pada triwulan pertama yaitu sejak konsepsi sampai minggu ke-13 kehamilan. Masa ini adalah masa yang paling sensitif dalam perkembangan janin, karena itu insiden aborsi pada triwulan pertama ini tinggi. Penyebab paling abortus pada triwulan pertama ini adalah abnormalitas kromosom (30-60%). Kelainan kromosom yang paling sering ditemukan adalah trisomi autosom. Kelainan kromosom tidak hanya dapat mengenai janin, tapi juga plasentanya. Satu penelitian menemukan peningkatan apotosis (proses “bunuh diri” sel) dan penurunan proliferasi sel pada palsenta (ari-ari) yang mengalami kelainan kromosom.

Sebetulnya, kematian janin pada triwulan pertama juga dipengaruhi oleh faktor ibu. Beberapa hal yang berkaitan dengan faktor ibu yang dapat menyebabkan abortus spontan adalah faktor genetik orangtua yang berperan sebagai carrier (pembawa) di dalam kelainan genetik; infeksi pada kehamilan seperti herpes simpleks virus, cytomegalovirus, sifilis, gonorrhea; kelainan hormonal seperti hipertiroid, kencing manis yang tidak terkontrol; kelainan jantung; kelainan bawaan dari rahim, seperti rahim bikornu (rahim yang bertanduk), rahim yang bersepta (memiliki selaput pembatas di dalamnya) maupun parut rahim akibat riwayat kuret atau operasi rahim sebelumnya. Mioma pada rahim juga berkaitan dengan angka kejadian aborsi spontan. Untuk membaca lebih lanjut tentang kematian janin pada triwulan pertama ini, Ibu dapat mengunjungi halaman website kami ini:

Sedangkan kematian janin pada triwulan kedua dan ketiga memiliki berbagai macam sebab, atau kombinasi dari sebab-sebab tersebut. Ada penyebab yang akut seperti lepasnya plasenta atau komplikasi tali pusat; penyebab subakut seperti infeksi dan insufisiensi pendarahan rahim dan plasenta; serta penyebab kronis seperti diabetes gestasional, hipertensi kehamilan (preeklampsia dan eklampsia), atau penolakan imunologis.

Infeksi pada kehamilan berasal dari bakteri yang bermigrasi dari vagina, melalui mulut rahim, ke rongga amnion pada rahim. Infeksi ini pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan pada janin, kelahiran kurang bulan, dan pada beberapa kasus kematian janin dalam rahim. Kematian janin pada trimester ketiga paling sering disebabkan oleh kecelakaan tali pusat, yang dapat membentuk simpul ataupun tertekuk.

Sebelum merencanakan kehamilan berikutnya, sebaiknya harus diketahui terlebih dahulu penyebab dari kematian janin, karena jika penyebab tidak diatasi terlebih dahulu maka dapat berulang pada kehamilan berikutnya. Umumnya untuk mencaritahu penyebab ,akan dilakukan pemeriksaan darah lengkap dan pemeriksaan atas kemungkinan virus, bakteri, ataupun jamur yang menyerang hingga pemeriksaan USG.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar