Sukses

Perkembangan Anak

15 Mar 2017, 09:59 WIB
Pria, 25 tahun.

Anak saya baru belajar jalan..waktu di bawah saya anak saya langsung berdiri..kejedot dagu saya..dan membekas..bukan benjol..tp kemasuk kedalam..sedikit sih..si anak juga gak nangis..tp tetep ajj khawatir..apakah mengganggu perkembangan si anak...

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Keluhan mengenai ketidakmampuan anak Anda untuk duduk sendiri pada usia 8 bulan 2 minggu, patut mendapatkan perhatian. Memang, seharusnya pada usia sekitar itu, bayi sudah dapat duduk sendiri. Namun, berikan sedikit waktu terhadap anak Anda. Sembari itu, lakukan lah latihan-latihan yang ditujukan untuk memperkuat otot leher anak Anda.

Cara yang dapat dilakukan seperti berikut ini: 

Mengembangkan fungsi kontrol terhadap kepala

Latih bayi agar otot-otot lehernya kuat. Letakkan bayi pada posisi telentang. Pegang kedua pergelangan tangan bayi, tarik bayi perlahan-lahan ke arah anda, hingga badan bayi terangkat ke posisi setengah duduk. Jika bayi belum dapat mengontrol kepalanya (kepala bayi tidak ikut terangkat), jangan lakukan latihan ini. Tunggu sampai otot-otot leher bayi lebih kuat.
Duduk

Bantu bayi agar bisa duduk sendiri. Mula-mula bayi didudukkan di kursi dengan sandaran agar tidak jatuh kebelakang. Ketika bayi dalam posisi duduk, beri mainan kecil ditangannya. Jika bayi belum bisa duduk tegak, pegang badan bayi. Jika bayi bisa duduk tegak, dudukkan bayi di lantai yang beralaskan selimut, tanpa sandaran atau penyangga.
Jika dalam beberapa bulan, tidak didapatkan kemajuan. Sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak Anda.

Sedangkan rentang waktu normal seorang anak dapat berjalan adalah usia 11-18 bulan. Terdapat perbedaan pada usia yang dibutuhkan setiap anak untuk dapat berjalan. Hal tersebut dipengaruhi oleh stimulus yang diberikan oleh orang-orang disekitarnya yang mendorongnya untuk belajar berjalan. Berikanlah stimulasi yang sesuai agar anak anda terpicu untuk berjalan. Stimulasi yang dapat Anda lakukan saat ini yaitu:

Dudukkan anak Anda, kemudian bantu tarik ke posisi berdiri.

Letakkan mainan yang disukai beberapa sentimeter di hadapannya. Buatlah ia ingin berpegangan pada ranjang atau perabot rumah untuk mencapai mainan tersebut.

Anda juga dapat melakukan stimulasi dengan membuat permainan seperti meminta anak Anda berjalan ke pelukan Anda untuk mendapatkan dekapan atau mainan yang disukainya. Berilah ia pujian atas setiap usaha dan keberhasilannya, agar anak Anda dapat terus merasa percaya diri dan bersemangat menerima stimulasi yang Anda berikan.

Memang diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk menerapkan hal-hal di atas. Stimulasi tersebut harus dilakukan terus-menerus secara perlahan, bertahap, dan penuh kasih sayang. Tidak ada paksaan apabila anak Anda dirasa belum siap untuk berjalan. Dan komunikasikanlah dengan baik agar anak Anda dapat termotivasi untuk berjalan.

Adapun beberapa faktor yang harus diperhatikan pada saat anak akan belajar berjalan adalah:

  • ciptakan lingkungan yang aman untuk belajar berjalan agar terhindar dari cedera
  • pilihlah alas kaki yang tepat, terutama saat berjalan di luar ruangan
  • tumbuhkan kepercayaan diri pada anak Anda
  • perkuatlah otot kaki. Hal ini dapat dilakukan dengan berkonsultasi dengan dokter anak Anda. Umumnya dapat digunakan teknik pijatan yang dilakukan oleh seorang fisioterapis
  • perhatikanlah berat tubuh anak Anda. Berat badan yang berlebih dapat mengganggu keseimbangan dan membuat anak malas beraktivitas
  • janganlah merasa bosan atau lelah menatih anak Anda selama diperlukan.

Apabila setelah menerapkan hal-hal di atas dengan baik, anak Anda masih belum mengalami kemajuan, kami sarankan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis anak Anda untuk tatalaksana yang optimal.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar