Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Menyukai Sesama Jenis

14 Mar 2017, 11:48 WIB
Wanita, 22 tahun.

saya mengalami masalah dalam kehidupan saya sehari hari, hal ini saya rasakan seingat saya sejak saya sd kelas 2, namun saya nikmati saja segala perasaan dan prilaku saya saat itu, hingga saya beranjak remaja,saya mengalami rasa malu karna mana ketertarikan saya terhadap sesama jenis sangat kuat namu tak tersampalkan,saya berusaha menahan naluri tersebut,namun tidak mampu,maka dari itu untuk menutupi itu semua itu saya memutuskan untuk membatasi bergaul dengan siapapun. takut ketahuan jatuh cinta sesama jenis.saya menjadi orng yang pemalu dan menutup diri. setelah lulus smp saya melanjutkan sekolah ke luar daerah, selain mencari ilmu saya berniat untuk memperbaiki diri saya jgn sampai punya naluri tersebut lagi,sepanjang kelas 1 slta naluri, sikap, prilaku masih sama seperti sebelumnya. setelah saya kelas 2 saya coba menyukai seorang lelaki, saya mampu bepacaran dengan laki laki namun hanya berlangsung 8 bulan,disamping itu juga saya masih mencintai perempuan (tapi tidak terjalin hubungan percintaan,hanya saya saja yg menukai).sampai lulus slta, saya kuliah di sebuah universitas negeri disini,naluri saya semakin kuat menyukai perempuan. dibangku kuliah saya dekat dengan perempuan, kami menjalin hubungan selama 5 semester, kami deket namun tidak pacaran, tapi saya sangat senang, karna saya sudah dekat dengannya. selama dekat dengannya, bermacam cerita dan hal-hal negatif yg saya dapati oleh semua pandangan kalangan. saya sangat merasa terpuruk, sakit, sedih dll bercampur-campur. sya pengen berbuat tpi tidak bisa berbuat apa-apa. jiwa saya bergejolak, saya ingin menjadi yg saya mau tapi saya tidak bisa. akhirnya saya ditinggalkan, kuliah sayapun terputus ditahun 2008. diakhir tahun duaribu delapan saya putuskan untuk bekerja disebuah kantor pemerintah disini. diawal tahun 2009 saya alih kredit ke cabang universitas terbuka.sayapun kuliah sambil kerja.dipertengahan tahun 2009,saya iseng-iseng membeli sebuah hp cina, yg ternyata ada pasilitas mengganti suara laki ke perempuan dan sebaliknya, dengan hal tersebut saya manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan naluri dan kejiwaan saya, namun hasilnya tak seperti yg saya mau. tapi suatu hari waktu itu teman saya laki laki meminjam hp saya dan iseng isengan sama cewe nah kebetulan cewe itu juga iseng isengan pake hp temennya. akhirnya jadi aku dan temen cewe yg digodaiin temen saya jd terikat suatu hubungan. nah waktu itulah saya benar benar memanfaatkan kesempatan untuk berpacaran dengan seorang perempuan. dengan suara palsu saya akhirnya menjalin hubungan dengan perempuan tersebut lewat telpon sampai sekarang. namun setahun yang lalu saya sudah mengakui bahwa saya adalah perempuan yg berjiwa lain. dengan rasa sangat kecewa dia masih bisa terima aku apa adanya, namun diakhir 2012 bulan 12 sampai bulan 2 2013 saya sempat menjalin percintaan nyata dengan seorang perempuan disini. namun saya sangat menyesal sudah berbuat demikian, pacar telpon saya kecewa untuk yg kedua kalinya terhadap saya. mulai detik itu saya perbaiki hubungan kami lagi, sampai akhirnya saya yg tadinya memakai suara palsu kini tidak lagi menggunakannya. dia benar beanr bisa terima aq apa adanya. dengan keadaan ini saya berpikir keras tidak mungkin hubungan kami hanya seperti ini saja sejak tahun 2009-sekarang,aq juga ingin menikah dan punya anak namun menikah dan punya anak dengannya. namun ini berat sekali untukk terjadi. dengan seringnya aq menunda waktu pertemuan kami, pihak keluarganya menjodohkan dia dengan orng lain, namun dia kembalikan ke saya, semua keputusan ada disaya, jika saya mampu meyakinkan dia dan keluarganya maka dia akan pertahankan hubungan kami.dan dia bersedia menikah dengan saya asal saya bisa menjadi laki laki. ini berat buat saya untuk melangkah ke arah yg dia mau sampai detik ini saya belum punya jalan keluarnya. saya penegn sekali menjadi laki laki, saya pengen sekali membahagiakan batin saya, naluri saya,jiwa saya, dan orng yg tulus mencintai saya,,,dengan keadaan saya tidak jelas seperti ini.

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda dan sangat menghargai keinginan Anda yang kuat dan tulus.

Rasa ketertarikan romantis dan/atau seksual atau perilaku antara individu berjenis kelamin atau gender yang sama dalam dunia medis disebut dengan homoseksualitas. Sebagai orientasi seksual, homoseksualitas mengacu kepada "pola berkelanjutan atau disposisi untuk pengalaman seksual, kasih sayang, atau ketertarikan romantis" terutama atau secara eksklusif pada orang dari jenis kelamin sama, "Homoseksualitas juga mengacu pada pandangan individu tentang identitas pribadi dan sosial berdasarkan pada ketertarikan, perilaku ekspresi, dan keanggotaan dalam komunitas lain yang berbagi itu."

Saat ini, tidak ada kesepakatan ilmiah tentang faktor-faktor yang menyebabkan individu menjadi heteroseksual, homoseksual, atau biseksual -termasuk kemungkinan dampak biologis, psikologis, atau sosial orientasi seksual orang tua. Namun, bukti yang tersedia menunjukkan bahwa sebagian besar lesbian dan gay dewasa dibesarkan oleh orangtua heteroseksual dan sebagian besar anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua lesbian dan gay tumbuh menjadi heteroseksual. Pengaruh lingkungan juga memegang peranan yang besar.

Terkadang, dalam beberapa kasus, perlu juga dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang lengkap untuk mengetahui apakah terdapat masalah mendasar pada informasi genetik yang menyebabkan perilaku ini. Memang perlu diperjelas terlebih dahulu apakah terdapat masalah anatomik atau fisiologik tubuh atau merupakan masalah psikologik.

Untuk sembuh, memang dibutuhkan komitmen dan tekad yang kuat untuk sembuh. Sebagai langkah awal, Anda dapat mendekatkan diri dengan Tuhan. Setelah itu, kami sarankan agar Anda mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis andrologi. Dokter pertama-tama akan membantu Anda untuk mengidentifikasi apakah terdapat masalah fisik atau fisiologik atau psikologik. Jika masalah utamanya adalah masalah psikologik maka dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis psikiatri. Dokter akan menolong Anda untuk mengidentifikasi masalah Anda. Katakanlah kepada diri Anda sendiri dan kepada psikiater bahwa Anda ingin memiliki orientasi seksual yang benar kepada lawan jenis. Lewat konseling dan terapi perilaku maka Anda dan dokter Anda dapat bekerja sama untuk mengusahakan pemulihan. Pertolongan dari pembimbing rohani serta orang terdekat dan terpercaya juga dapat membantu Anda mengingatkan motivasi dan menjaga tekad agar tidak goyah dalam perjalanan pemulihan Anda. Kesabaran dan doa juga akan menjadi "vitamin" yang tepat untuk membantu Anda lebih kuat.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar