Sukses

Bau Mulut Dan Sakit Maag

14 Mar 2017, 16:27 WIB
Pria, 31 tahun.

Dok,sy mempunyai mslah bau mulut.sdah 2 kli sy brshkan karng gigi tpi blm jg hilang.sy ada maag sm asam lmbung dok.apakh pnybab dri mag sm asam lmbing sy dok?

Halo Saufi,

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kami memahami keadaan yang anda alami. Memang bau mulut tak sedap (halitosis) selain disebabkan karena kurangnya kebersihan rongga mulut, juga dapat disebabkan oleh penyakit lain seperti diabetes (penderita diabetes mengeluarkan bau keton yang khas), penyakit hati, ginjal, sinusitis kronik, penyakit saluran nafas, dan gangguan pencernaan seperti sindrom dispepsia atau dikenal dengan sakit maag, di mana terjadi peningkatan sekresi asam lambung.

Namun penelitian menunjukkan bahwa 95 % halitosis disebabkan dari dalam mulut (intra oral). Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah bau mulut berasal dari dalam mulut atau karena penyakit lain.

Namun ada baiknya mencermati apakah pemeliharaan kebersihan mulut yang selama ini dilakukan sudah efektif. Bila kunjungan ke dokter gigi yang terakhir kali sudah lebih dari 6 bulan yang lalu, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:

Apakah ada karies (lubang gigi), baik kasus baru maupun lama yang luput dari pemeriksaan dokter.

Apakah sudah terbentuk karang gigi?

Apakah ada daerah-daerah tertentu di mana makanan sering terjebak atau terselip di antara gigi?

Apakah lidah ikut disikat saat penyikatan gigi?

Bagaimana dengan waktu, cara dan frekuensi penyikatan gigi apakah sudah betul?

Point-point di atas sangat berkontribusi dalam menimbulkan bau mulut.

Sedangkan untuk mengatasi bau mulut tersebut, tentunya harus didasari oleh penyebabnya. Jika memang terbukti berasal dari penyakit lain, segera konsultasikan untuk pengobatan penyakit tersebut. Bau mulut dapat timbul akibat gas mengandung sulfur yang merupakan hasil metabolisme bakteri. Jadi yang perlu diperhatikan sebagai langkah awal mengurangi bau mulut adalah memilih untuk menghindari makanan yang kaya sulfur seperti bawang putih misalnya.

Sedangkan pada penderita sakit maag terjadi peningkatan asam lambung yang tinggi. Untuk mengatasi asam lambung yang tinggi akibat gangguan pencernaan(dispepsia), perlu diketahui penyebab dispepsia tersebut. Apakah memang karena tidak teraturnya pola makan atau terdapat luka pada lambung (ulkus peptikum), atau karena adanya infeksi bakteri. Sehingga penanganannya dapat disesuaikan. Jika Anda sudah berulang kali mengalami dispepsia meskipun menjalani pola makan yang teratur, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca artikel berikut terkait pertanyaan anda:

- Bau Mulut? Waspada Sakit Maag

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar