Sukses

Berganti - ganti pasangan dan HIV

14 Mar 2017, 13:30 WIB
Pria, 20 tahun.

Selamat malam dok. Saya ingin bertanya. kalau misalnya kita sudah berhubungan badan hampir 3-4 kali akan tetapi berbeda beda perempuan. Apakah nanti saya bisa memiliki anak untuk kedepan nya? Atau saya akan terkena HIV? Hanya itu yang saya ingin tanyakan. Atas perhatian nya, saya ucapkan terima kasih. Selamat malam.

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. HIV (Human Imunodeficiency Virus) merupakan suatu infeksi virus yang dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh dengan mengahancurkan sel darah putih khusus untuk pertahanan tubuh. Sedangkan, AIDS merupakan penyakit akibat terinfeksi virus HIV. HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Riwayat berganti - ganti pasangan dapat meningkatkan risiko Anda terinfeksi HIV. 

Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Gejala awal umumnya tidak spesifik berupa demam, sakit kepala, penurunan berat badan, gejala mirip sakit flu. Namun pada tahap lanjut akan terjadi infeksi pada berbagai organ seperti otak, paru dan organ lain.

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita HIV diperlukan adanya data wawancara medis secara lengkap, pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksan darah. HIV dapat terdeteksi dengan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sample darahnya. Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Bolt.

Pada dasarnya Virus ini umumnya ditemukan dalam cairan-cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan ejakulat, atau cairan vagina orang yang terinfeksi dan akan ditransmisikan pada beberapa keadaan berikut:

saat melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi HIV (anal, vaginal, atau oral)

berbagi jarum suntik dengan seseorang yang terinfeksi HIV

terpajan HIV sejak dalam kandungan, saat proses kelahiran, atau saat menyusui

terpajan cairan tubuh lain (terutama darah) dari seseorang yang terinfeksi HIV, seperti melalui transfusi, melalui luka baik luka yang terlihat maupun tidak terlihat kasat mata

Seperti cairan tubuh lainnya, pada individu yang terinfeksi HIV maka dalam air liurnya terdapat virus ini, tetapi potensi penularan melalui melalui air liur lebih rendah atau lebih kecil dibandingkan melalui darah atau cairan tubuh lainnya. Terdapat beberapa faktor penghambat dalam air liur yang menyebabkan penurunan infektivitas HIV. Tetapi dengan adanya luka atau peradangan dalam rongga mulut akan memperbesar risiko penularan. Kebiasaan berganti-ganti pasangan, terutama melibatkan kontak seksual adalah hal yang memberikan risiko terjangkitnya HIV/ AIDS, namun bukan berarti Anda pasti terkena HIV/ AIDS akibatnya. 

Terkait pertanyaan Anda soal bisa atau tidaknya memiliki anak, faktor kesuburan tidak bergantung secara langsung dari riwayat berganti pasangan. Namun memang dapat berhubungan. Semisal jika Anda memiliki riwayat berganti pasangan, maka Anda berisiko mengalami penyakit menular seksual (PMS). Sering terkena PMS, apalagi jika tidak diobati dapat berisiko juga pada kesuburan Anda. 

Kami lampirkan beberapa artikel untuk Anda baca terkait HIV:

Apakah HIV Menular Melalu Ludah?

Inilah 3 Gejala Awal HIV/AIDS

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar