Sukses

Menghitung Masa Subur

14 Mar 2017, 07:55 WIB
Pria, 25 tahun.

bulan desember haid 20-24, januari 21-25.. apa bener masa subur saya tanggal 04-10 februari? apabila saya berhubungan sama suami antara tanggal 04-10, apakah kemungkinan saya bisa hamil?

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.

Perhitungan masa subur adalah 14 hari +/- 2 hari sebelum Hari Pertama Haid Berikutnya. Anda dapat menyertakan siklus menstruasi Anda (6 siklus terakhir atau paling tidak 3 siklus terakhir) agar dapat dilakukan perhitungan rata-rata masa subur.

Namun, perhitungan masa subur hanya dapat efektif atau akurat apabila siklus menstruasi seorang wanita tergolong normal (21-35 hari, @3-7 hari, @20-60 ml). Apabila siklus menstruasi tidak berlangsung teratur, maka perhitungan masa subur ini tidak akan akurat.

Siklus menstruasi normal umumnya berkisar antara 21-35 hari. Antara hari ke-12 hingga hari ke-14 terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (ovulasi) akibat peningkatan tajam kadar hormon lutein (luteinizing hormone/LH) dalam darah, disebut LH surge (baca Fisiologi Menstruasi). Dengan demikian, masa ovulasi sebenarnya dapat diprediksi dengan mendeteksi kadar LH, yaitu ada/tidaknya LH surge saat pemeriksaan dilakukan.

Anda mengatakan bulan ini Anda mulai haid tanggal 21 desember 2016, dengan siklus 27 hari. Sebaiknya untuk melihat teratur atau tidak dibutuhkan 6 siklus menstruasi. Jika memang benar siklus Anda 27 hari,maka waktu terjadinya ovulasi (dikeluarkannya sel telur) anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Jadi, untuk bulan Januari kemungkinan waktu ovulasi Anda adalah antara tanggal 17 - 18 dengan masa subur antara tanggal 14 - 21. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu.

Saat ini, alat untuk mendeteksi ovulasi telah beredar luas dan dapat Anda peroleh di apotek-apotek terdekat. Bentuknya adalah sama dengan alat yang digunakan untuk mendeteksi kehamilan, yaitu menggunakan strip. Perbedaannya terletak pada waktu pengambilan sampel urin. Tidak seperti pemeriksaan kehamilan, urin yang diambil pagi hari bukanlah urin yang terbaik untuk pemeriksaan LHsurge, mengingat LH baru mulai disintesis pagi hari dan baru akan timbul di urin saat siang atau sore hari.

Selain itu, perbedaan juga terdapat pada cara pembacaan hasil pemeriksaan. Pada pemeriksaan kehamilan, setiap garis yang timbul meski terlihat samar dapat dibaca sebagai hasil positif (hamil). Sedangkan pada pemeriksaan masa ovulasi, hasil positif (ovulasi) baru didapatkan apabila timbul garis yang paling tidak sama atau lebih hitam dibandingkan garis kontrol.

Selain menggunakan alat tersebut, masa ovulasi juga dapat diketahui dengan mengukur suhu basal tubuh. Suhu basal seorang perempuan yang sedang mengalami ovulasi pada awalnya akan menurun, kemudian meningkat dan menetap pada suhu 37 derajat Celcius hingga siklus menstruasi berikutnya. Cara lain adalah dengan melihat getah serviks (leher rahim). Saat ovulasi, produksi lendir cenderung meningkat dan lebih kental untuk memudahkan jalannya sperma menuju sel telur.

Mengenai obat yang dikonsumsi suami Anda pada dasarnya merupakan antioksidan untuk menunjang kesehatan sperma. Namun salah satu obat tersebut ada yang merupakan testosterone booster. Sebaiknya suami Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan spesialis andrologi sebelum mengonsumsi obat-obatan.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar