Sukses

Rokok Elektrik

14 Mar 2017, 07:52 WIB
Pria, 23 tahun.

Selamat siang Dok, Saya mau bertanya...sebelumnya saya perokok aktif tembakau tapi sekitar hampir 2 bulan saya berpindah ke Vape (Rokok Electric).. Setelah pindah ke rokok electric saya sempat kena demam akibat kehujanan, kemudian saya terkena demam sekitar 3hari dan flu smpai sekarang sudah membaik..tapi 2 hari ini saya mengeluarkan dahak berwarna coklat pekat yang sebelumnya belum pernah,tapi flu saya sudah lebih baik dri pda hari-hari sebelumnya... Apakah dahak coklat ini karena penggunaan rokok electric dok? Dan untuk penggunaan continue rokok electric apakah beresiko besar jika sudah berdahak sperti ini? Terima kasih dok..

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Rokok elektronik adalah sebuah alat yang mengeluarkan uap berisi nikotin. Rokok elektronik ini tidak menghasilkan asap rokok yang banyak mengandung bahan beracun. Seperti kita ketahui asap rokok mengandung berbagai zat yang tidak hanya berbahaya bagi sang perokok, namun juga berbahaya bagi orang lain disekitar perokok yang menghirupnya (perokok pasif). Rokok elektronik menggunakan cairan yang mengandung nikotin pada konsentrasi tertentu.

Rokok elektrik adalah alternatif pengganti rokok yang dewasa ini mulai beredar di pasaran. Sebuah penemuan yang baru tentu tidak akan lepas dari pro dan kontra. Sampai saat ini belum ada penelitian skala besar yang menyimpulkan keamanan dan memaparkan efek samping jangka panjang dari rokok elektronik ini. Rokok elektronik dipercaya dapat membantu perokok yang ketergantungan nikotin tanpa meracuni tubuh dengan asap rokok.

Namun apakah masalahnya sesederhana itu? Sepertinya tidak. Walaupun belum ada penelitian skala besar yang memaparkan bahaya rokok elektronik, beberapa pihak merasa bahwa jawaban dari ketergantungan rokok adalah dengan berhenti merokok, bukan malah berganti ke jenis lain dari pemberian nikotin. Secara logika, kandungan nikotin yang terkandung didalamnya tetap memiliki efek candu atau ketergantungan. Apabila berhenti mengkonsumsi rokok elektrik, pengguna tetap akan mengalami sindroma putus konsumsi, seperti mudah marah, depresi, gelisah dan cemas. Layaknya rokok biasa, rokok elektrik tetap berbahaya bagi penderita jantung dan terbukti merusak lapisan pembuluh darah.

Perokok disarankan untuk berhenti merokok secara bertahap dengan sementara menggunakan alat seperti, nicotine patch, bukan dianjurkan beralih ke rokok elektronik. Selain itu, menurut laporan Food and Drug Administration (FDA), beberapa komposisi dari uap rokok elektronik mungkin berbahaya, walaupun tidak dipaparkan secara jelas jenis komposisinya.

Ilmu pengetahuan senantiasa berkembang. Sepertinya rekomendasi pasti tentang rokok elektronik masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Namun, satu hal yang sudah pasti, bahwa merokok batang tembakau berbahaya untuk kesehatan Anda! Cobalah untuk berhenti merokok secara perlahan atau carilah pusat pertolongan untuk berhenti merokok di sekitar Anda.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar