Sukses

Warna BAB pada Bayi

14 Mar 2017, 00:22 WIB
Wanita, 24 tahun.

Anak saya berumur 9 bulan, baru seminggu ini BAB nya semakin sering 3-4 kali sehari, biasanya 1-2 kali sehari. Apa itu normal ? Lalu, baru 2 hari yang lalu, saya coba berikan susu formula, dengan alasan produksi ASI saya sedikit, jadi suka rewel karna belum kenyang. Alhasil saya mix dalam pemberian ASI dan susu formula, dan BAB nya tetap 3-4 kali sehari. Kadang warnanya kuning cerah, kadang berwarna hijau gelap. Apa susu formulanya tidak cocok, atau ada hal lain ?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Pada bayi, perubahan warna feses menjadi hijau masih dapat dikatakan sebagai suatu perubahan yang normal, selama tidak disertai oleh keluhan-keluhan lain, seperti nafsu makan menurun, terdapat darah pada BAB, muntah, bayi lebih rewel, berat badan menurun, dan lain sebagainya. Selain itu feses bayi memang umumnya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Feses yang berubah menjadi hijau dapat terjadi karena bayi Anda hanya mengkonsumsi makanan yang mengandung rendah lemak. Lemak biasanya didapatkan oleh bayi dari ASI. Namun bukan berarti semua ASI yang diberikan pasti tinggi lemak. Dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilk) dan ASI belakang (hindmilk).

Saat bayi menyusu, ia akan selalu menghisap ASI depan terlebih dahulu. ASI depan (foremilk) memiliki banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sementara ASI belakang (hindmilk) mengandung banyak lemak. Pada bayi yang diberikan ASI eksklusif, feses yang keluar akan didominasi warna kuning/golden feces, dan warna tersebut normal. Warna kuning ini berasal dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu.

Pada anak yang diberikan asupan lain selain ASI, mulai terjadi perubahan pada proses pencernaan dan akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga menyebabkan terbentuknya gas yang terlalu banyak sehingga bayi sering kentut dan merasa tidak nyaman.

Kami sarankan Anda kembali mengunjungi dokter spesialis anak Anda untuk mengkonsultasikan hal ini sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan fisis secara langsung, memberikan penanganan yang optimal, dan melakukan pemantauan terhadap kondisi anak Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar