Sukses

Asthenoteratozoospermia

13 Mar 2017, 21:47 WIB
Pria, 29 tahun.

Dok saya sudah menikah 4 tahun lebih dan belum di karuniai baby.saya sudah cek SA ke lab.hasilnya saya asthenoteratozspermia.tapi saya konsultasikan kata dokternya bisa ini dan lumayanlah katanya.pertanyaan saya,apakah bisa sembuh dok dan ada harapan bisa membuahi dok..trimakasih dok..

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima Kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Jumlah sperma yang normal berkisar 20 juta sperma/ml. Pergerakan sperma yang baik minimal 60% dari jumlah keseluruhan. Morfologi atau bentuk sel sperma yang normal minimal 30% dari keseluruhan. Volume semen yang dikategorikan normal minimal 2 ml. Kadar fruktosa di dalam semen minimal 3 mg/ml dengan pH 7,2 - 7,8. Yang terakhir adalah likuofaksi atau proses denaturasi atau pemecahan protein dan mengakibatkan semen menjadi cair, kondisi ini sebaiknya berlangsung kurang dari 20 menit. Apabila lebih dari 30 menit maka mengindikasikan adanya infeksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan analisis sperma Anda, didapatkan hasil yaitu asthenoteratozoospermia yang memiliki arti sebagai berikut:

Gerakan sperma kurang disebut: ASTHENOZOOSPERMIA.
Bentuk sperma abnormal disebut: TERATOZOOSPERMIA.
Hingga saat ini, belum ada penelitian yang berhasil mengungkap penyebab terjadinya kondisi di atas. Kondisi tersebut lebih banyak berkaitan dengan masalah genetik dan belum diketahui penyebabnya. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis Andrologi (dokter khusus kesuburan pria) untuk evaluasi diagnostik dan kemungkinan pengobatan selanjutnya. Dalam kondisi seperti di atas, kemungkinan untuk mendapatkan keturunan cukup kecil, Anda mungkin dapat mempertimbangkan untuk mengikuti program bayi tabung sebagai pilihan untuk mendapatkan keturunan.

Kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung:

  1. Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel)
  2. Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria
  3. Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma.
  4. Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur.
  5. Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan.
  6. Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dalam pemebentukan serta fungsi normal sperma.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam, RF

0 Komentar

Belum ada komentar