Sukses

Alergi Susu Bayi

13 Mar 2017, 19:28 WIB
Wanita, 31 tahun.

Dok, anak saya perempuan umur 16 bulan. Uda 1 minggu lebih dia bentuk feses tidak seperti biasanya. Biasanya fesesnya berbentuk seperti feses org dewasa. Sebelumnya dia peralihan dari minum susu isomil soya 6-12 bulan ke susu pediasure 1-10 thn. Minum pediasure selama 2 bulan tidak ada masalah, bab nya bagus. Tapi 1 minggu lebih minum pediasure bab bisa 3-4 kali dan fesesnya seperti diare. Saya kasih obat diare belum sembuh juga dan saya curiga dengan susunya gak cocok. Lalu 3 hari ini saya ganti ke isomil soya 1-10 thn, feses masih belum normal tapi frekuensi bab berkurang jadi 1-2 kali. Yang ingin saya tanyakan apakah anak saya menderita intoleransi laktosa? Karena sebelumnya pernah kejadian seperti ini waktu peralihan susu 0-6 bulan ke susu 6-12 bulan. Minum susu 6-12 bulan selama 2 bulan gak ada masalah, tapi setelah itu bab seperti diare gak sembuh2 , lalu saya ganti ke soya 6-12 bulan. Nah ini ganti ke pediasure juga seperti itu kejadiannya. Ini hanya sakit diare biasa atau intoleransi laktosa?? Kalau hanya diare biasa, harusnya tidak selama ini. Krn uda minum obat. Makanan serat juga dipantang, alhasil berat badannya turun banyak kerena makan ga sebanyak biasannya.

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sejak kapan keluhan tersebut timbul? Apakah sebelumnya sudah pernah mengalami hal seperti ini? Apakah keluhan diare Anda timbul untuk semua merk susu? Mengenai keluhan Anda yaitu diare setelah mengonsumsi susu, kami menduga Anda mengalami intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa merupakan suatu bentuk penolakan tubuh terhadap laktosa. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan penderita tidak mampu mencerna atau menyerap laktosa yang masuk ke dalam tubuh. Laktosa merupakan gula alami yang terdapat dalam susu atau produk susu lainnya seperti keju, mentega, dsb. Intoleransi laktosa lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Intoleransi laktosa bukanlah suatu hal yang menakutkan, namun dampak dari gangguan ini seringkali mengganggu penderitanya.

Beberapa gejala intoleransi laktosa adalah :

  • Perut terasa kembung
  • Diare
  • Mual
  • Perut bersuara
  • Muntah

Secara garis besar, intoleransi laktosa disebabkan oleh ketidakmampuan sistem pencernaan manusia dalam membentuk laktase (enzim pada usus), yang berfungsi untuk mencerma laktosa yang masuk ke dalam tubuh.

Beberapa orang juga mengalami intoleransi laktosa akibat berhentinya produktifitas usus kecil dalam menciptakan laktase setelah sakit, seperti flu, atau selepas operasi. Ditemui pula dalam beberapa kasus meskipun jarang, bayi lahir dengan intoleransi laktosa. Dalam kasus ini, bayi tersebut tidak dapat mengonsumsi makanan atau minuman apapun yang mengandung laktosa.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya intoleransi laktosa :

  • Usia. Semakin tua seseorang, maka semakin besar dirinya berisiko mengalami intoleransi laktosa.
  • Ras. Percaya atau tidak, intoleransi laktosa kebanyakan terjadi pada orang-orang Asia, Amerika Indian, dan ras berkulit hitam.
  • Bayi prematur. Bayi prematur akan lebih mungkin mengalami intoleransi laktosa permanen dibandingkan bayi normal lainnya. Hal ini dikarenakan kondisi usus bayi yang belum mampu menicptakan laktase hingga akhir trimester ketiga.
  • Radiasi pada bagian perut. Anda yang mengalami terapi seperti kanker, akan lebih mudah mengalami intoleransi laktosa.

Dokter biasanya akan memberikan diagnosis berdasarkan gejala yang dialami penderita. Tak hanya menganjurkan pasien untuk menjauhi segala produk dengan kandungan laktosa, dokter juga biasanya akan melakukan pemeriksaan menggunakan tes bernapas dengan hidrogen atau tes gula darah.

Pengobatan terbaik bagi pasien dengan intoleransi laktosa adalah dengan menjauhi segala produk yang mengandung laktosa. Namun pastikan penderita mendapatkan kalsium yang cukup guna menggantikan kandungan gula yang hilang. Kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam. Dokter akan melakukan wawancara yang menyeluruh dan melakukan pemeriksaan fisik yang lengkap agar dapat menentukan tatalaksana terbaik untuk kondisi Anda.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar