Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Ejakulasi Pria

13 Mar 2017, 17:47 WIB
Pria, 26 tahun.

yth klikdokter.com sebelumnya saya perkenalkan diri,saya laki2 berusia 26 tahun dan status sudah menikah sesuai pertanyaan saya,apa betul bisa dok ? karena ini yg saya rasakan sendiri. Sebelum bertanya disini saya sempat googling tpi tidak ada hasilnya. Kronologis : Saya sempat maaf (masturba**) karena sudah 2 bulan ini saya tidak bertemu dengan istri,singkat cerita pada saat melakukan itu saya sempat merasa lain.Ada hal yg enak sehingga saya teruskan sampai akhirnya istillah (squirt) kenapa saya bilang begitu?karena yg keluar bukan cairan semen/sperma tapi cairan mirip seperti air seni, timbul pertanyaan "kenapa bisa begitu" karena penasaran saya coba untuk melakukannya lagi keesokan harinya dipagi hari. saya pastikan dulu air seni sudah keluar semua terus saya lanjutkan lagi kegiatan.seperti sebelumnya terjadi lagi (squirt) saya berhenti dan saya tanyakan ke istri saya soal ini masalah,singkat cerita yang dia rasakan sama dengan apa yang saya rasain detik2 sebelum dan sesudah (squirt) oleh karena itu dia yg menyarankan utk tanya-jawab dokter online.. yang saya ingin tanyakan ke dokter : 1. Apa bisa pria/laki2 terjadi hal seperti itu ? 2. Normalkah atau tidak ? 3. kalau tidak normal apa yang harus dilakukan ? sekian dan terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Orgasme pada pria biasanya ditandai dengan keluarnya sperma atau yang biasa disebut ejakulasi.

  • Tapi dalam kondisi tertentu, pria bisa mengalami sensasi orgasme tanpa mengeluarkan air mani.
  • Ada beberapa tipe orgasme dan ejakulasi pada pria, yaitu;
  • Anak laki-laki pra remaja dapat mengalami orgasme tanpa ejakulasi.
  • Beberapa pria tidak mengalami ejakulasi sampai beberapa detik setelah orgasme.
  • Beberapa pria tidak mampu ejakulasi, tapi masih mampu orgasme.
  • Beberapa pria bisa mengalami ejakulasi saat orgasme pertama, tapi ketika mengalami orgasme berikutnya ejakulasi tidak terjadi alias kering.

Pria yang orgasme tanpa ejakulasi akan mencapai klimaks seksual tanpa melepaskan air mani. Istilah lain untuk kondisi ini adalah orgasme kering (dry orgasm). Namun meski tidak mengeluarkan sperma, orgasme kering bukanlah tanda impotensi.

Orgasme kering biasanya terjadi pada pria muda. Hal ini karena pria muda mampu mengalami orgasme berulang kali, dari dua atau bahkan sampai enam kali dalam sehari. Orgasme yang berulang kali menyebabkan testis kehabisan cairan mani sehingga terjadilah orgasme tanpa mengeluarkan sperma.

Bila orgasme kering terjadi karena orgasme yang terjadi berulang kali, maka itu bukanlah suatu alarm yang berbahaya. Kondisi ini umumnya akan membaik setelah istirahat beberapa jam.

Orgasme kering juga dapat terjadi jika seorang pria mencoba untuk mengencangkan otot pubococcygeal (PC) selama hubungan seksual, sehingga dapat mencegah keluarnya cairan mani.

Dalam beberapa kasus orgasme kering, air mani masuk ke dalam kandung kemih bukannya keluar melalui penis selama klimaks seksual. Hal ini dikenal sebagai ejakulasi retrograde dan paling sering merupakan konsekuensi dari prosedur medis, terutama operasi prostat. Hal ini juga dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu dan kondisi kesehatan.

Dalam kasus lain dari orgasme kering, pria tidak menghasilkan sperma yang cukup untuk ejakulasi karena kelainan genetik dari sistem reproduksi.

Berikut beberapa penyebab orgasme kering karena alasan medis:

  • Kanker kandung kemih
  • Saluran sperma tersumbat (ejaculatory duct obstruction)
  • Obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, pembesaran prostat dan gangguan mood
  • Diabetes
  • Kelainan genetik sistem reproduksi
  • Pria hipogonadisme (defisiensi testosteron)
  • Multiple sclerosis
  • Pasca operasi laser prostat
  • Terapi radiasi
  • Ejakulasi retrograd
  • Cedera sumsum tulang belakang

Dalam kebanyakan kasus, orgasme kering tidak berbahaya. Tapi Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung untuk memastikan kondisi tersebut tidak disebabkan oleh masalah mendasar yang memerlukan perhatian medis. Jika Anda mengalami orgasme kering dan sedang berusaha untuk memiliki anak, Anda mungkin memerlukan pengobatan untuk membuat pasangan hamil.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar