Sukses

Penyebab Kejang Anak

12 Mar 2017, 20:42 WIB
Pria, 33 tahun.

Dok, saya mau tanya, anak saya usia 4 thn jatuh terbentur kepala bagian belakang, trus langsung kejang2 dan mata mendelik sekitar kurang lebih 2 sampe 3 menit, setelah itu menangis dan ngomong agak kurang jelas , setelah 1 jam kemudian anak saya kejang2 lagi sampai 2 kali, ironis nya setelah di CT scan ternyata tidak ada luka apa2 di bagian kepala dan otak.....apakah kejadian ini berbahaya untuk anak saya di kemudian hari dok ? Terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatira yang Anda rasakan. Apakah anak Anda mengalami kejang saat demam? Sejak usia berapa anak Anda pertama kali kejang? apakah yang Anda maksud lemas adalah layu seluruh badan?

Ijinkan kami berbagi informasi kepada Anda seputar kejang pada anak. Kejang pada anak bermacam penyebabnya, di antaranya adalah demam, epilepsi, trauma pada otak, pengobatan tertentu, kelainan metabolik, dsb. Bila kejang terjadi pada saat anak mengalami panas tinggi maka disebut dengan kejang demam. Yang perlu diketahui adalah ketika anak Anda mengalami kejang, apakah kejang terjadi hanya di beberapa bagian tubuh atau kah seluruh tubuh? Berapa lama kejang berlangsung? Setelah kejang apakah anak Anda tersadar atau tidur? Apakah pernah mengalami kejang bila tidak demam?

Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal >38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranial. Kejang demam adalah suatu kejadian pada bayi atau anak, biasanya terjadi antara umur 6 bulan - 5 tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam.

Penyebab kejang paling banyak pada anak usia di bawah 3 tahun adalah kejang demam. Kejang dapat menyebabkan gangguan pada otak mulai dari gangguan nutrisi ke otak, gangguan suplai oksigen ke otak, dan sebagainya. Bila terdapat gangguan yang cukup berarti pada otak maka dapat timbul gangguan mulai dari gangguan tumbuh dan kembang anak, gangguan perilaku, gangguan belajar, cacat fisik, cacat mental, hingga kematian.

Kejang yang tidak disertai demam dapat disebabkan oleh epilepsi. Untuk memastikan diagnosis epilepsi perlu dilakukan pemeriksaan EEG untuk menilai apakah terdapat fokus epilepsi pada anak Anda. Pemeriksaan EEG tersebut perlu dilakukan ketika anak Anda sedang tidak mengalami demam.

Gangguan otak akibat kejang apabila mengenai area otak yang mengatur fungsi motorik dapat mengakibatkan cerebral palsy. Cerebral palsymerupakan sebuah istilah yang digunakan untukmenggambarkan kumpulan kelainan yang memengaruhipergerakan tubuh, keseimbangan, dan postur. Cerebralpalsy dapat juga diartikan sebagai kelumpuhan padaotak (brain paralysis). Penyebabnya antara lain adalahperkembangan abnormal atau kerusakan pada satuatau lebih bagian otak yang mengendalikan tonus ototdan aktivitas motorik (pergerakan)-dalam hal inipenyebabnya termasuk kejang yang disebabkan olehinfeksi dalam otak, atau benturan keras pada kepalaanak.

Umumnya anak dengan cerebral palsy akan lambat mencapai tahapan perkembangan sesuai usianya seperti merangkak, duduk, berjalan, bahkan untuk gerakan sederhana sekalipun. Juga dapat disertaiberbagai masalah lain seperti keterbelakangan mental,masalah pernapasan, masalah kemih dan pencernaan,makan, dsb.

Bagaimanapun, yang dapat menentukan ataumenjelaskan kondisi anak Ibu maupun kemungkinan perkembangan saat ini adalah dokter anak yang menanganinya. Kami sarankan sebaiknya Ibu berdiskusi langsung dengan dokter spesialis anak, khususnyadivisi neurologi anak untuk untuk lebih jelasnya.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan.

1 Komentar