Sukses

Keluar Darah Saat Berbuhubungan Pasca Keguguran

12 Mar 2017, 10:26 WIB
Wanita, 21 tahun.

Saya mau tanya dok. Saya mengalami keguguran bulan januari saat kandungan saya 4 minggu lebih tp tanpa kuret dan kata dokternya cukup obat saya akan bersih sendirinya. Tp sampai sekarang waktu saya berhubungan badan kadang keluar darah. Apakah berbahaya dok? Apakah keluar darah itu tanda rahim saya belum bersih?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda

Sudahkah Anda melakukan USG untuk mengetahui sisa jaringan? Sudahkah Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan? Apakah penyebab dari keguguran Anda?

Kuret merupakan tindakan medis yang bertujuan untuk mengambil dan membersihkan sisa perdarahan atau jaringan yang masih ada dan menempel pada dinding rahim. Jika lewat pemeriksaan sudah tidak ada sisa jaringan atau perdarahan di dalam rahim maka tidak diperlukan kuret.

Untuk memastikan apakah sisa jaringan di dalam rahim sudah bersih adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik kembali dan pemeriksaan penunjang seperti USG Abdomen atau USG Transvaginal. Jika memang masih ada sisa jaringan, dokter akan memutuskan apakah diperlukan tindakan kuretase atau digunakan obat-obatan. Apabila memang tidak ada sisa jaringan setelah diperiksa oleh dokter, maka tidak masalah jika tidak dilakukan kuretase dan menggunakan obat.

Perdarahan setelah berhubungan seksual atau postcoital bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan.

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara Anda melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause.
Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
Kanker leher rahim
Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Kami menganjurkan Anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Demikian penjelasan yang dapat kami berikan.

Semoga membantu.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar