Sukses

Takut Tertular HIV

11 Mar 2017, 10:13 WIB
Pria, 24 tahun.

Dok waktu tahun 2013 saya pernah melakukan sex dengan seorang wanita dan pada tahun 2015 wanita tersebut positiv hiv , apakan saya juga ada resika tertular dok, soalnya saya pernah baca artikel tentang hiv bahwa penyakit hiv bisa terditeksi setelah 5 tahun itu berarti dia telah terjangkit hiv pada tahun 210 kalo mengacu pada artikel yg saya baca , mohon di jawab dok , sungguh masalah ini membuat saya bingung dan hilang rasa semangat hidup

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.com

Kamimemahami kehawatiran Anda. Infeksi HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Jadi jika tidak ada kontak langsung antara membran mukosa antara penderita dengan bukan penderita maka tidak dapat terjadi penularan.

Menghindari penularan terjadi dengan penderita HIV adalah dengan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh (darah, air mani, cairan vagina, ASI) dengan cara tidak melakukan hubungan seksual pranikah, tidak menggunakan narkoba jarum suntik, dan hindari kontak langsung cairan tubuh dengan penderita HIV.

Anda perlu tahu bahwa pada infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.


Tahap Pertama Infeksi HIV-AIDS

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Gejala awal dari infeksi HIV adalah:

- Nyeri kepala

- Diare

- Mual dan Muntah

- Lelah

- Nyeri otot

- Nyeri menelan

- Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada

- Demam

 

Tahap Kedua Gejala HIV-AIDS

Setelah tahap serkonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua, dimana pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis.

Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun.

Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sisitem sel darah putih kita yang dinamakan CD 4 T- cells dan merusak sistem imunitas.

Tahap Ketiga Infeksi HIV-AIDS

AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS.

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala :

- Lelah setiap saat

- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan

- Demam > 10 hari

- Keringat malam

- Berat badan menurun drastic

- Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang

- Sulit bernafas

- Diare yang berkepanjangan

- Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina

- Mudah berdarah atau memar

Solusinya, selain tidak mengulangi hubungan seks berisiko dan memperhatikan gejala-gejala yang anda alami, adalah dengan memeriksakan diri ke dokter, untuk mendapatkan konseling atau pemeriksaan HIV, untuk mengetahui apakah anda terjangkit atau tidak. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar