Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Vagina Mengeluarkan Cairan saat Berhubungan Intim

10 Mar 2017, 16:57 WIB
Wanita, 27 tahun.

Kenapa ya dok, saya selalu ngeluarin sperma saat berhubungan intim dengan suami saya. Jadi saya seperti suami saya dok.

Terima kasih telah menggunakan fitur e-konsultasi KlikDokter.

Sebelumnya, organ kewanitaan tidak dapat memproduksi sperma. Mungkin cairan yang keluar dari vagina yang Anda maksud adalah cairan lubrikasi vagina. Pada saat terangsang seorang wanita akan mengeluarkan cairan vagina yang banyak yang juga berguna sebagai pelumas saat penetrasi agar vagina tidak lecet saat berhubungan. Namun wanita tidak seperti pria yang mengeluarkan mani dengan sangat jelas. Pada saat terangsang atau orgasme, cairan yang keluar memang ada namun tidak sampai terlihat mengalir banyak dari vagina, seperti layaknya cairan ejakulasi pada pria. Fisiknya sama seperti cairan vagina, bening, kental, agak lengket namun dalam jumlah yang tidak banyak.

Atau jika cairan vagina memuncrat, sering disebut dengan squirting pada wanita. Tidak banyak penelitian yang membahas mengenai cairan ejakulat pada wanita. Banyak kontroversi seputar hal ini. Penelitian yang ada menyebutkan bahwa cairan ejakulat yang dihasilkan oleh perempuan berasal dari kelenjar Skene, yaitu kelenjar pada bagian luar vagina yang memiliki saluran yang bermuara pada uretra (saluran kemih) dan dekat muara uretra tersebut. Berdasarkan analisis cairan tersebut ternyata mirip dengan cairan ejakulat pria yang dihasilkan oleh prostat dalam hal kandungannya (tentunya tanpa sperma).

Namun, kenyatannya dihasilkannya kelenjar ejakulat pada perempuan bukan hal yang umum. Pada satu penelitian tertentu yang melibatkan 400 perempuan, tidak ada satupun di antara mereka yang mengalami "ejakulasi". Walaupun demikian terdapat laporan-laporan bahwa ada sebagian kecil perempuan yang mengalami ejakulasi secara teratur. Anatomi dari kelenjar skene bervariasi pada tiap perempuan, ada yang besar dan ada yang kecil. Tentunya semakin besar ukuran kelenjar, semakin besar pula kemungkinan keluarnya cairan ejakulat. Banyaknya cairan ejakulat yang keluar pun tidak terlalu banyak, sehingga muncrat.

Banyak literatur yang menghubungkan rangsangan pada G-Spot dengan keluarnya ejakulat pada perempuan. Namun literatur-literatur tersebut tidak saintifik atau tidak berdasarkan penelitian. Adanya G-Spot sendiri belum dapat dibuktikan secara ilmiah, atau belum ditemukan secara anatomi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar