Sukses

Urin Pagi Hari Berbusa dan Berwarna Seperti Teh

10 Mar 2017, 14:48 WIB
Pria, 25 tahun.

Dok saya mau bertanya kenapa di pagi hari urin saya berbusa dan warnanya seperti teh. Namun setelah agak siang warnanya jd kuning bening. Sudah pernah cek ke dokter urin protein negatif, itu kenapa ya dok?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Tampilan normal air seni dari tubuh yang sehat dan bebas penyakit adalah tampak bening, jernih, dan berwarna kuning terang.

Adanya penampakan air seni berbusa bukanlah termasuk tampilan air seni yang normal. Namun, adanya busa pada air seni bisa juga disebabkan oleh berbagai kondisi normal, dengan kata lain orang sehat pun bisa saja mengalami air seni berbusa.

Penyebab urin berbusa:

  • Buang air kecil dalam kecepatan yang cukup tinggi : Buang air kecil dalam kecepatan yang cukup tinggi merupakan penyebab air seni berbusa, namun tidak berkaitan dengan adanya penyakit. Terkadang, sejumlah busa berkembang bergantung dengan kecepatan Anda mengeluarkan urine tersebut. Saat urine mengumpul begitu banyak di kandung kemih, misalnya pasca menahan keinginan untuk buang air kecil, maka hal ini akan berakibat pada pengeluaran urine yang lebih kuat. Pengosongan kandung kemih yang terjadi secara cepat, dan aliran urine yang membentur toilet secara cepat menghasilkan urine yang berbusa. Bila kemungkinan besar penyebab urine berbusa yang dialami adalah akibat hal ini, maka kesimpulannya jangan tunda keinginan Anda untuk buang air kecil.
  • Dehidrasi : Saat Anda kekurangan cairan, maka urine yang terbentuk juga akan lebih pekat dan terkonsentrasi. Air seni yang lebih terkonsentrasi ini cenderung untuk membentuk busa. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan cairan Anda setiap harinya dengan mengonsumsi 7-8 gelas air per hari guna menghindari kondisi dehidrasi dan urine berbusa akibat kekurangan cairan.
  • Infeksi saluran kemih :Infeksi pada saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri juga dapat berujung pada urine yang kelabu dan berbusa. Biasanya gejala ini juga disertai kondisi buang air kecil yang terasa nyeri, anyang-anyangan, urine kemerahan, urine terasa tidak tuntas, dan gejala-gejala lain. Apabila kondisi ini terjadi, Anda membutuhkan tatalaksana dengan antibiotik yang dianjurkan oleh dokter Anda. Selain itu, Anda juga sangat disarankan untuk mengonsumsi banyak cairan.
  • Terdapat protein dalam urine :Saat terjadi urine berbusa secara terus menerus, bahkan saat Anda tidak menahan buang air kecil atau telah mengonsumsi cairan yang cukup, dan busa tampak begitu signifikan, maka kemungkinan besar telah terdapat kandungan protein pada urine tersebut. Bila jumlah protein pada urine tersebut terlalu besar, maka telah terjadi kondisi abnormal yang disebut proteinuria. Kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya proteinuria dan terjadinya urine berbusa yang sangat signifikan adalah karena adanya gangguan pada ginjal, baik itu kerusakan maupun infeksi pada ginjal tersebut.
  • Terdapatnya semen (hasil ejakulasi) dalam urine : Setelah berejakulasi, sedikit semen mungkin masih tertinggal dalam saluran kencing (uretra) pria. Bila hanya berjumlah sedikit, maka semen ini umumnya tidak berujung pada terjadinya urine berbusa. Namun bila telah terjadi kondisi yang disebut ejakulasi retrograd, atau keadaan ejakulasi mundur ke kandung kemih, bukannya dikeluarkan, maka semen dalam jumlah yang cukup banyak akan masuk ke saluran kencing. Hal ini dapat terjadi biasanya karena melemahnya otot area saluran ejakulasi.

Bila saat di cek ke dokter pemeriksaan normal maka mungkin penyebabnya ialah buang air kecepatan tinggi dan/atau dehidrasi . Warna urin sangat dipengaruhi oleh hidrasi, yaitu berapa banyak air yang kita minum. Jadi bila air yang dikonsumsi sedikit maka urin akan pekat, yang membuat perubahan warna menjadi gelap. Cobalah untuk mengonsumsi air putih sebanyak 1-2 L sehari, dan cobalah untuk mengkonsumsi air putih sebelum tidur, coba amati kembali urin di pagi hari.
Yang perlu dikhawatrikan adalah bila urin berwarna teh  ini berlangsung lama dan terjadi secara terus menerus sepanjang hari, bila terjadi hal seperti itu mungkin adalah masalah di hati atau kandung empedu.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat

salam

0 Komentar

Belum ada komentar